IMG_20220813_081313_copy_715x315
IMG_20220814_231753_copy_715x315
IMG_20220814_222054_copy_715x315
IMG_20220815_001804_copy_715x315
IMG_20220819_075457_copy_715x315

Varian Baru Terus Bermunculan, BIN Dorong Masyarakat Segera Ikut Vaksin Booster

Ponjong, (suara-gunungkidul.com)–
Kasus baru lonjakan Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul belum ada tanda-tanda penurunan. Tercatat setiap harinya penambahan masih berada di angka ratusan. Bahkan angka kematian akibat Covid-19 juga masih terus tinggi. Salah satu penyebabnya adalah akibat adanya varian baru yang muncul dan masih ada warga masyarakat yang belum melengkapi vaksin primernya (dosis 1 dan 2).

Disaat yang sama, warga yang telah menerima vaksin lengkap sejak lama, daya tahan atau imun tubuhnya mulai melemah akibat belum segera ikut vaksin ketiga (Booster).

Perwakilan BIN DIY di Kabupaten Gunungkidul, Eko Susilo mengatakan, baru baru ini, Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM telah merilis adanya temuan Subvarian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron BA.2 yang belakangan disebut dengan Son of Omicron.

“Tidak hanya Omicron. Anaknya Omicron yang daya sebarnya lebih cepat dan sulit dikenali sudah ditemukan. Oleh karenanya berharap kepada warga yang belum vaksin lengkap, atau vaksin lengkapnya sudah lama agar segera melengkapi vaksin primernya atau ikutin Booster”, katanya saat menggelar vaksinasi Booster di Ponjong (07/03/2022)..

Eko menambahkan, meski tingkat keterpaparan Omicron dan ‘Son of Omicron’ tidak separah varian Delta di tahun lalu, namun dampaknya tidak kalah menghawatirkan.

“Kondisi hari ini, jumlah temuan kasus positif Covid perhari hampir mendekati saat puncak varian Delta melanda. Bahkan ritme hariannya bisa dibilang lebih cepat. Bahkan para Nakes kita yang terpapar sudah melebihi jumlah tahun sebelumnya. Benar tingkat resikonya lebih rendah, tapi jika Nakes terus kena, dan penularannya tidak terkendali, dampaknya akan membahayakan para komorbid dan yang belum vaksin,”terang Eko.

Sesuai data yang ada, hanya dalam sebulan lebih seminggu, total kasus positif aktif di Gunungkidul sudah mencapai 1.700an orang, dengan tingkat kematian di angka 30 orang lebih. Para Nakes yang yang terpapar dan harus menjalani Issoman, lanjut Eko, juga mencapai di atas 160 orang.

“Dalam hitungan bulan, kasus positif aktif lebi dari 1.700an orang, Nakes yang kena juga di atas angka tahun lalu yang mencapai 154 Nakes. Jangan anggap enteng Omicron ini. Karena jika teledor bisa membahayakan orang lain. Serius. Skenario transisi menuju Endemi pun akan tertunda karena herd immunity yang hampir terbentuk terancam ambyar,”tegasnya.

Oleh karenanya hendaknya semua warga masyarakat terus mentaati Prokes, jaga imunitas diri dengan perilaku sehat, dan bagi yang belum vaksin lengkap, atau yang sudah lama vaksin lengkapnya, segera lengkapi vaksin primernya dan ikut Booster.

“BIN dan Dinas Kesehatan tidak akan lelah dan mudah menyerah. Masih adanya 36 persen masyarakat yang belum menerima vaksin lengkap, dan rendahnya minat vaksin Booster yang saat ini masih di bawah 10 persen, akan terus dilakukan penyisiran,”terangnya.

Menurut rencana, bulan Maret 2022 ini, Tim Mobile Vaksin BIN bersama Dinas Kesehatan Gunungkidul, akan menambah cakupan vaksinasi hingga minimal 1000 kuota perhari. Selain menyisir warga yang belum menerima vaksin lengkap, BIN bersama Dinkes juga akan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan akselerasi vaksin Booster yang sejak ‘Kick Off’ di bulan Desember 2021, saat ini cenderung melambat dan masih di bawah angka 10 persen capaiannya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA