IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Pilot Project Pertama, SSH Diharapkan Dapat Mengurangi Penggunaan Listrik PLN

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Bupati Gunungkidul menghadiri peluncuran Serikat Surya Handayani (SSH) dan Talkshow pengelolaan maslahat halal Value Chain betbasis energi terbarukan di BMT Ummat Wonosari, Sabtu (06/02/2022). SSH ini merupakan pilot project pertama di Gunungkidul yang mampu mengurangi penggunaan listrik dari PLN.

Bupati menerangkan bahwa kerjasama ini mrlibatkan BI dan Pusat Teknologi (pustek) UGM bersama kelompok usaha masyarakat berbasis syariah di Kabupaten Gunungkidul. Kerjasama disebut Sunaryanta bertujuan melakukan integrasi antara pengembangan usaha syariah dan pemanfaatan energi baru terbarukan.

“Atas nama Pemda dan masyarakat kami mengucapkan terimakasih atas dukungan dan bantuan dari BI (Bank Indonesia) yang diberikan bagi pengembangan di Kabupaten Gunungkidul. Bantuan yang diberikan tidak berhenti pada hal-hal fisik, tetapi juga memfasilitasi tata kelola atau menegemen usaha berbasis masyarakat,”kata Sunaryanta.

“Beberapa diantaranya adalah program PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) berbasis masyarakat. Dimana manfaat dari sebuah sistem PLTS mencakup 5 aspek yaitu keberlanjutan keuangan, institusional, teknis, sosial dan lingkungan,”katanya.

Dikesempatan yang sama Rektor UGM Yogyakarta Prof.Ir. Panut Mulyono mengatakan, pemanfaatan panel surya (SSH) ini pada prinsipnya bisa berbagai keperluan. Khususnya yang dipasang di BMT Ummat ini bakal digunakan untuk mengolah air menjadi air minum siap dikemas. Penggunaan SSH diklaim Panut dapat mengurangi penggunaan listrik dari PLN.

“Dayanya 6.000 watt. Bisa digunakan untuk mengangkat air dari sungai bawah tanah.
Di Gunungkidul itu banyak yang airnya deras bisa digunakan listrik dari tenaga surya untuk pengangkatannya,”terang Panut.

Sementara itu Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Arif Hartawan mengatakan, kerjasama ini adalah bagian dari Corporate Social Responssibility (CSR) Bank Indonesia. CSR ini dikatakannya bertujuan menggerakan ekonomi.

“Pelaku usaha mendapatkan sumber energi alternatif sehingga mereka bisa mengembangkan usahanya. Ini hanya bagian kecil yang melibatkan masyarakat berbasis komunitas. Kami konsen pada pegembangan ekonomi baru terbarukan,”pungkasnya. (Fajar)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA