IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Ngaku Didikan Intel, Seorang Pria Nuduh Nyolong Hingga Aniaya Bocah Dibawah Umur

Ponjong, (suara-gunungkidul.com)–Nasib naas dialami oleh Yt seorang anak dibawah umur warga Padukuhan Ngrombo, Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo. Bocah yang masih duduk di bangku SMP itu menjadi korban dugaan penculikan dan penganiayaan oleh sejumlah orang. Peristiwa yang terjadi pada Senin dini hari (20/06/2022) itu dipicu tuduhan terhadap korban berkaitan tentang pencurian tabung gas LPG.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sebelumnya sekira pada pukul 00.30 WIB korban dijemput seorang temannya bernama Dias Yudan Pamungkas. Penjemputan itu dilakukan di Masjid usai korban mengikuti acara Sholawatan. Korban disuruh menemui seseorang berinisial A di rumah wilayah Padukuhan Pati, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong.

Saat tiba di rumah itu ternyata sudah ada sebanyak 5 orang dewasa yang sedang menunggu korban. Yt kemudian langsung diinterogasi oleh A berkaitan kejadian salah satu warga yang kehilangan tabung Gas LPG. Dia dipaksa untuk mengakui aksi dugaan pencurian tabung Gas itu. Bahkan dalam vidio yang beredar luas di media sosial, pria yang menganiaya korban itu mengaku lama dididik oleh Intel.

“Karena banyak orang dan anak saya ketakutan dia kemudian terpaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya,”terang Ribut Ayah korban saat ditemui Wartawan di rumahnya, Rabu (21/06/2022).

Mendapatkan pengakuan tersebut, A justru semakin kalab dan melakukan penganiayaan terhadap korban. Rambut korban dijambak dan hidung korban penuh dengan darah lantaran dipukul oleh pelaku hingga berulang kali.

“Anak saya terpaksa mengakui dan akhirnya dibawa ke Polsek. Saat ditanya jualnya kemana juga merasa bingung dan tidak tahu karena memang tidak mencuri,”terangnya.

Kapolsek Ponjong AKP Yulianto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Lantaran tidak ada bukti dan saksi, Polisi kemudian menolak laporan A terhadap korban.

“Karena melibatkan anak di bawah umur kasus penganiayaan tersebut kami sarankan dilaporkan ke Polres,”terang Kapolsek.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA