IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Bupati Luncurkan Perangko Edisi Embung Nglanggeran, Disebut Sebagai Promosi Désa Wisata

Patuk, (suara-gunungkidul.com)–Bupati Gunungkidul Sunaryanta melaunching perangko edisi Embung Nglanggeran, Minggu (22/05/2022). Lounching ini merupakan upaya Pemda dalam mempromosikan Desa Wisata yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

Dipilihnya wisata Nglanggeran ini karena destinasi yang berada di Kapanewon Patuk tersebut pernah menjadi Desa Wisata Terbaik Dunia tahun 2021. Lounching perangko yang bekerjasama dengan PT Pos Indonesia ini bersamaan dengan Gunungkidul Weekend Fest dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul yang ke 191.

Kepada wartawan Sunaryanta menjelaskan bahwa peluncuran perangko ini merupakan yang kedua karena sebelumnya mereka pernah melakukan hal yang sama beberapa tahun lalu. Peluncuran perangko ini sebagai upaya promosi potensi wisata di Gunungkidul.

“Gunungkidul memiliki potensi wisata banyak sekali dan diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi di sini,”kata Sunaryanta.

Dia berharap dengan peluncuran Perangko edisi Embung Nglanggeran ini dapat semakin dikenal terutama di dunia internasional. Karena perangko merupakan alat bayar internasional dan seringkali dikoleksi.
Ketika sudah dikenal di dunia maka harapannya akan semakin banyak wisatawan terutama mancanegara yang berkunjung ke Gunungkidul. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tentu kami berharap Gunungkidul semakin banyak dikenal dan lebih banyak yang berkunjung ke sini,”kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Arif Aldian berujar bahwa pemilihan Desa Wisata sebagai lokasi penyelenggaraan event ini dimaksudkan untuk mendukung perkembangan minat wisatawan di masa mendatang dimana terdapat pergeseran tren dari wisata mass tourism ke wisata minat khusus yaitu salah satunya Desa Wisata.
Hal ini juga sebagai upaya pemerintah dalam mendukung penerapan CBT (Community Based Tourism) untuk menuju pariwisata yang berkelanjutan melalui penguatan aspek pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan dan pelestarian budaya.

“Dengan festival ini saya berharap pariwisata Kabupaten Gunungkidul bisa menuju pariwisata kelas dunia,”katanya.

Arif mengatakan dalam kesempatan ini pihaknya juga melakukan pemutaran video aplikasi ekraf dan video promosi desa wisata. Event ini terlaksana dengan pembiayaan dari Dana Keistimewaan DIY 2022. Di Kabupaten Gunungkidul sendiri sudah memiliki 38 Desa Wisata, Saat ini ciri khas yang ada di masing-masing desa wisata menjadi daya tarik bagi wisatawan dari mancanegara dan terbukti masing-masing desa wisata unggul.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA