banner1
banner2
banner3
banner4
banner5
banner6
banner7
banner9
banner10
banner11

Sumadiyanto Akan Wakili Gunungkidul Dalam Pemilihan Penyuluhan Teladan Tingkat Provinsi.

Wonosari,(suara-gunungkidul.com)–Pemilih Penyuluh Teladan (Luhdan) kembali akan dilaksanakan. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenag DIY).

Kepala Kementrian Agama Gunungkidul KH Syaban Nuroni mengatakan, Kegiatan tersebut akan diikuti oleh penyuluh PNS yang diwakili oleh Sukasdi, S.Ag, M.S.I dari KUA Kapanewon Semin dan penyuluh Non PNS diwakili oleh Sumadianto,S.H dari KUA Kapanewon Purwosari.

Menurut Syaban , dalam waktu kegiatan Pemilihan Penyuluh Teladan akan dilakukan dalam waktu dekat ini namun karena berhubung ada peraturan baru tentang PPKM darurat, sehingga belum ada kepastian.

“Sampai saat ini belum ada jadwal , kami belum bisa memastikan, rencana hari selasa,tetapi belum ada informasi lagi,” Jelasnya

Sya’ban menambahkan, Sukasdi dan Sumadiyanto merupakan perwakilan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul.

Terpisah,ketika dihubungi Sumadiyanto mengatakan, Sebagai orang yang terpilih, Sumadianto memiliki program unggulan yaitu “Urip iku Urup”.
Adapun makna dari program tersebut adalah bagaimana kita sebagai manusia benar-benar menjadi manusia yang urip hidup ruhiyahnya dengan beribadah kepada Allah dan memiliki nilai urup yaitu kebermanfaatan untuk orang lainlain.

Terlebih saya yang memang memiliki tugas sebagai penyuluh Agama Islam, harus bermanfaat bagi orang-orang di sekitar saya utamanya di bidang agama.
Sehingga dengan adanya program ini diharapkan masyarakat bisa memiliki praktik keagamaan yang lebih baik lagi dan memiliki kesadaran sosial yang baik.

“Adapun sasaran dari kegiatan kepenyuluhan saya tentunya mulai dari anak-anak hingga lansia,” terangnya.

Fokus dari program ini, lanjutnya, yaitu gerakan sadar zakat bagi masyarakat. Setidaknya ada empat jenis kegiatan yang dilakukan sebagai implenetasi dari program urip iku urup, pertama kegiatan taklim berbasis arisan mengaji. Tidak dipungkiri kegiatan arisan masih digandrungi oleh masyarakat terutama di pedesaan. Sehingga ia menilai kegiatan arisan perlu diadakan sebagai sarana dakwah tentu dengan menghilangkan praktik ribawi. Kedua, pemuda bertakwa, ketiga remaja bergema, dan keempat anak berakhlak.
Kegiatan yang ia lakukan juga tidak melulu di masjid.

“Pengajian sering kami lakukan di arisan RT, waktu-waktu di cakruk (pos ronda) atau di rumah warga secara bergilir. Tentunya kami berusaha untuk menyesuaikan kebiasaan mereka dan berusaha memperbaiki yang tadinya kurang baik agar menjadi baik, yang tadinya kurang bermanfaat, bisa menjadi bermanfaat,” tutur Sumadiyanto.

Sya’ban berharap,
Dengan melihat program Sumadianto, optimis perwakilan dari Kemenag Kabupaten Gunungkidul bisa maju ke tingkat Nasional.

“Itu harapan kita semua, Semoga bisa terlaksana dengan lancar dan hasil yang bagus,” Pungkasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA