Polemik Bencana Alam Pohon Tumbang Berujung Ganti Rugi, Endro : Sebenarnya Saya Menyuruh Memperbaiki

Semanu, (suara-gunungkidul.com)–
Polemik peristiwa bencana alam pohon tumbang berujung ganti rugi di Kalurahan Pacarejo, Kepanewon Samanu telah diselesaikan secara kekeluargaan. Endro sebagai pemilik garasi yang tertimpa pohon jati milik Melik (75) merasa keberatan jika dirinya disebut meminta denda atas peristiwa itu.

Saat dikonfirmasi Endro mengaku polemik tersebut sudah disepakati kedua belah pihak, baik dirinya dengan Sagiyem yang tak lain adalah anak Melik. Kesepakatan sebelumnya terselesaikan dengan mediasi yang disaksikan oleh Lurah Pacarejo, Dukuh setempat, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Pacarejo.

“Ada mediasi tidak ada nguyak (mengejar) dan mendenda. Membangun garasi saya habisnya total Rp 40 juta, saya hanya meminta untuk diperbaiki dan saya dibantu segitu,”kata Pensiunan PNS itu, Sabtu, (20/03/2021).

Lantaran tidak sanggup maka diperoleh kesepakatan bahwa Sagiyem hanya mampu memberikan ganti rugi akibat bencana alam itu sebesar 25 persen dari total pembangunan garasi milik Endro.

“Mobil saya yang rusak (penyok) tidak saya hitung. Ya sudah akhirnya gak papa kapan punya uang diantar kesini sama suamimu,”kata Endro menceritakan ketika melakukan mediasi.

Sementara itu Anak Endro yang bernama Aprilia membandingkan kejadian bencana alam di Kalurahan Pacarejo, Kepanewon Semanu tersebut dengan di Kalurahan Mulo, Wonosari. Menurutnya jika di wilayah Kalurahan Mulo, pemilik kayu wajib bertanggungjawab sepenuhnya atas kejadian bencana alam tersebut.

“Saya juga Perangkat Desa. Kalau di Mulo seperti itu,”kata Aprilia dengan nada tinggi.

Namun ketika ditanya terkait dasar hukum tanggungjawab atas ganti rugi bencana alam itu, Aprilia tidak bisa menjelaskan lebih lanjut.

“Tidak ada Perdes,”katanya.

Terpisah Bhabinkamtibmas Pacarejo, Kepanewon Semanu Aipda Asep mengembalikan permasalahan tersebut kepada kedua belah pihak. Dia sebagai penengah sebelumnya telah memediasi bersama Babinsa, Lurah Pacarejo dan Dukuh setempat.

“Ada keberatan atau tidak saya beritahu agar disampaikan ke saya,”kata Asep.

Diketahui sebelumnya, peristiwa pohon tumbang terjadi di Padukuhan Jasem Lor, Kalurahan Pacarejo, Kepanewon Semnau beberapa waktu lalu. Bencana alam akibat angin kencang itu membuat dua pohon jati milik janda tua bernama Melik (75) tumbang dan menimpa garasi milik warga setempat bernama Endro.

Janda tua itu kemudian diminta uang ganti rugi seperti tertulis dalam berita suara-gunungkidul.com, untuk ganti rugi kerusakan garasi milik pensiunan PNS itu.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA