IMG_20220813_081313_copy_715x315
IMG_20220814_231753_copy_715x315
IMG_20220814_222054_copy_715x315
IMG_20220815_001804_copy_715x315
IMG_20220819_075457_copy_715x315

Pengembangan Lumbung Mataram, Satu Hektar Raup 55 Juta

Purwosari, (suara-gunungkidul.com)–Pemerintah terus melakukan terobosan mengembangkan berbagai varietas tanaman pangan demi kemajuan pertanian. Salah satu program pengembangan pertanian tersebut yakni Lumbung Mataram melalui Dana Keistimewaan.

Rabu (02/02/2022) Bupati Gunungkidul Sunaryanta melakukan panen raya jagung Sistem Sabuk Gunung. Panen raya jagung varietas Bisi 2 ini dilaksanakan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tirto Makmur, Padukuhan Bulak Salam Kalurahan Giritirto Kapanewon Purwosari.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Rismiyadi mengatakan bahwa panen jagung sistem sabuk gunung ini menghasilkan provitas 123,4 kwintal per hektar pipil kering. Jagung varietas ini berada di harga Rp.4.500 per kilogrqm pipil kering.

“Dalam satu hektar bisa menghasilkan 55,5 juta per hektar. Masih banyak potensi sumber air yang masih bisa dioptimalkan untuk mendukung kegiatan pertanian di Kalurahan Giritirto, Kapanewon Purwosari,”terang Rismiyadi dalam sambutan acara simbolis panen raya tersebut.

Sementara itu Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyampaikan apresiasi kepada petani khususnya kelompok tani di wilayah Kalurahan Giritirto. Gapoktan Tirto Makmur tersebut telah memanfaatkan lahan milik kehutanan seluas 25 hektar.

“Lahan kehutanan ini untuk optimalisasi tanaman pangan komoditas tanaman pangan khususnya jagung,”katanya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA