IMG_20220813_081313_copy_715x315
IMG_20220814_231753_copy_715x315
IMG_20220814_222054_copy_715x315
IMG_20220815_001804_copy_715x315
IMG_20220819_075457_copy_715x315

Pak Lurah Kirim Vidio Porno Ke Warganya Berujung Damai, Korban Diminta Anggota Dewan Tanda Tangani Surat Pernyataan

Semin, (suara-gunungkidul.com)–Rasa trauma Mawar (bukan nama sebenarnya) belum hilang ketika menjelaskan peristiwa yang dialaminya sebulan yang lalu. Warga Kalurahan Pundungsari, Kapanewon Semin itu menjadi korban pelecehan oleh Lurahnya sendiri yakni Tm. Wanita yang sedang proses cerai dengan suaminya tersebut sebelumnya digoda oleh sang Lurah yang dinilai mempunyai perilaku genit. Yang lebih parah lagi Mawar dikirimi vidio Porno oleh Tm.

Kasus tersebut berujung damai usai korban mendapat tekanan untuk menandatangani surat pernyataan disebuah kantor Media Online di Gunungkidul.

Mawar yang terlihat lugu itu menjelaskan, peristiwa tak mengenakan yang dialaminya itu terjadi ketika dia mengurus persyaratan perceraian dengan suaminya ke kantor Kalurahan. Saat di kantor itu dia bertemu dengan Tm dan ditawari untuk diantar ke kantor Pengadilan Agama (PA) yang berada di Wonosari.

“Di Balai Desa (Kalurahan) sempat menggoda tak anter yo ayo ra popo,”katanya menirukan kata-kata sang Lurah, Minggu (20/02/2022).

Lantaran merasa risih, korban kemudian langsung bergegas pergi meninggalkan kantor Kalurahan. Namun beberapa hari kemudian dia justru mendapatkan kiriman vidio Porno dari nomor pribadi Lurah melalui aplikasi WhatsApp. Vidio perempuan dan laki-laki melakukan aksi tak senonoh itu kemudian dihapus usai Mawar menanyakan maksud sang Lurah mengirimkan ke nomornya.

“Wes kebacut gek ditonton wae nek kirae pingin liyane ijik enek (menirukan bukti percakapan Whatsapp Lurah sambil menunjukan bukti screen shoot). Berarti kan kalau kalau dia bilang seperti itu tidak salah kirim,”bebernya.

Mawar merasa heran lantaran sebelumnya Tm dinilai sangat baik dimata warga masyarakat. Namun setelah mengetahui bahwa ada warganya yang mengurus surat cerai, sang Lurah justru bertindak kurang ajar.

“Saya sebagai warga masyarakat merasa kecewa dan tidak mengira,”imbuhnya.

Lanjut Mawar menceritakan, selang seminggu kemudian dia diajak damai oleh Tm (Lurah). Perdamaian itu dilakukan disebuah kantor Media Online wilayah Kapanewon Wonosari. Wanita yang berprofesi sebagai pedagang itu merasa heran lantaran proses perdamaian juga melibatkan Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul yang kebetulan masih saudara dengan sang Lurah.

“Pak Ek (Anggota Dewan) sebagai mediator membantu Pak Lurah untuk meminta maaf. Tadinya saya gak mau tanda tangan (surat damai) tapi saya seperti ditekan, dia agak marah-marah nunjuk-nunjuk saya,”imbuhnya.

Isi surat damai yang tidak ditulis tangan itu berisi sejumlah poin permintaan maaf Lurah Pundungsari Tm. Selain mengakui perbuatannya Lurah juga tidak akan mengulangi perbuatannya dan siap dituntut secara hukum apabila aksi pelecehan itu dilakukannya lagi.

Ditemui di rumahnya Lurah Pundungsari, Kapanewon Semin Tm justru berdalih bahwa aksi pengiriman vidio Porno ke warganya tersebut terjadi tanpa kesengajaan. Dia berdalih bahwa Handphone Android miliknya saat kejadian belum ditutup (terkunci) saat dikantongi.

“Yang namanya teknologi itu pripun nggih serba bingung. Kemungkinan teknologi ada kelalaiannya, nelfon lewat WA beberapa kali,”kata Tm sambil gelagapan mencari alasan.

Berbeda dengan keterangan korban, Tm mengaku bahwa perdamaian dilakukan di rumah yang bersangkutan. Berkaitan dengan keterlibatan sejumlah wartawan dan perdamaian di kantor sebuah media online, Tm berdalih itu hanyalah untuk mempererat persaudaraan saja.

“Itu sudah selesai buat surat pernyataan
pihak wanita sudah juga buat surat pernyataan,”kata Lurah.

Sementara itu wartawan suara-gunungkidul.com berusaha menghubungi salah satu anggota DPRD yang menjadi mediator atas peristiwa tersebut. Melalui panggilan telepon WhatsApp Ek saat dihubungi tidak merespon.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA