IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Hadiri Lomba Seni Budaya Antar Kalurahan Tingkat Provinsi, Diah Sunaryanto Berharap Seni Dikenalkan ke Generasi Penerus

Panggang,(suara-gunungkidul.com)—Kalurahan Girimulyo mewakili Kapanewon Panggang mengikuti lomba seni budaya tingkat Provinsi DIY, lomba penilaian yang dipusatkan di Sanggar Mayangkoro Pimpinan Ki Priyo Sutrisno yang beralamat di Padukuhan Wintaos, Kalurahan Girimulyo, Kapanewon Panggang dihadiri istri orang nomor satu Gunungkidul Diyah Sunaryanto, Selasa, 02/06/2022.

Acara penilaian lomba Kalurahan contoh seni dan budaya tingkat Provinsi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan menampilkan berbagai kesenian yang dimiliki oleh Kalurahan Girimulyo antara lain Karawitan ibu – ibu “MULYO RINI”, Gejok Lesung ” CEMPAKA MULYA”, Sholawat Jawa ” SISWO MADYO”, dan Padalangan anak oleh Okky Pradana, Ki Priyo Sutrisno yang juga seorang dalang, ditanya tanggapan atas lomba seni dan budaya mengapresiasi dan menyambut baik program tersebut dan berharap diadakan setiap tahun.

“Semoga saja acaranya setiap tahun diadakan, sehingga para pelaku seni dan budaya lebih semangat untuk berkarya,” singkatnya.

Istri Bupati Gunungkidul Diah Sunaryanto yang menjadi tim evaluasi lomba Kalurahan seni budaya tingkat Provinsi DIY, dalam sambutanya berharap agar kesenian dikenalkan ke generasi penerus, hal itu menurutnya agar generasi penerus tidak melupakan seni dan budaya yang dimiliki Gunungkidul, sehingga seni dan budaya di Gunungkidul tidak musna atau hilang.

“Kami berharap dengan adanya lomba seni dan budaya menjadi salah satu cara memperkenalkan seni dan budaya kepada generasi penerus, sehingga seni dan budaya tidak musna atau hilang,” ujarnya.

Sementara Lurah Girimulyo, Sunu Raharjo meminta kepada warganya untuk tetap menjaga keberadaan kesenian yang sudah ada, agar kesenian bisa lebih maju dan membawa nama baik paguyuban dan kalurahan, juga paguyuban bisa lebih dikenal sehingga membawa dampak ekonomi ke masyarakat Girisekar pada khususnya dan Gunungkidul pada umumnya.

“Saya berharap kesenian yang sudah ada bisa lebih maju, dan membawa nama paguyuban semakin dikenal,” terangnya.

Acara yang berlangsung meriah dan disaksikan oleh masyarakat sekitar juga dihadiri Forkompika Panggang, tim evaluasi Provinsi, dan khalayak umum yang ingin menyaksikan pegelaran tersebut, dengan kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kerjasama pemerintah dan masyarakat guna melestarikan seni dan budaya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA