IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Antisipasi Capaian Booster Rendah, Semin Gencarkan Vaksinasi Kalurahan

Semin, (suara-gunungkidul.com)–Tim Mobil Vaksin BIN DIY, bersama Dinas Kesehatan kabupaten Gunungkidul, terus bergerak mendatangi wilayah yang capaian Boosternya rendah. Keluarnya instruksi Kemendagri pertanggal 11 Juni 2022 tentang percepatan Vaksin Booster hingga minimal 50 persen dan pemberlakuan kembali syarat Booster bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) dijadikan momentum untuk melakukan akselerasi.

Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul, Eko Susilo menyatakan, sampai dengan saat ini vaksinasi masih menjadi program prioritas pemerintah dalam rangka menuntaskan program penanggulangan Covid nasional. Selain guna mempersiapkan masa transisi dari Pandemi menuji Endemi Covid-19, adanya peningkatan kembali kasus baru Covid dan keluarnya Inmendagei, serta vaksin Booater diberlakukan kembali sebagai syarat PPDN harus dijadikan momentum.

”Sampai dengan saat ini, vaksinasi masih menjadi program prioritas dalam menuntaskan penanggulangan Covid. Apalagi Inmendagri kembali diedarkan seiring peningkatan kembali kasus baru Covid sebagai dampak varian baru Ba.4 dan Ba.5. Oleh karenanya, ini momentum yang harus kita ambil. Belum lagi saat ini juga vaksinasi Booster juga menjadi syarat PPDN”, jelas Eko saat menggelar vaksinasi di kalurahan Karangsari (Kamis, 21/07/2022).

Dalam rangka tersebut, lanjut Eko, Tim Mobile Vaksin BIN DIY kembali berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan gerak penuntasan. “Sasaran kami saat ini ke wilayah-wilayah yang masih rendah capaian Boosternya. Jika sebelumnya BIN fokus di Gedangsari yang kini sudah naik kelas. sejak kemarin hingga 20 hari ke depan, kita akan ada di Ponjong, Semin, Tanjungsari, dan Karangmojo sebagai 4 wilayah terendah”, terangnya.

Sebagaimana diketahui, kapanewon Semin memiliki 2 wilayah puskesmas, Semin 1 dan Semin 2. Untuk Semin 2, capaian Boosternya ada di urutan 11 (24,87 persen) dari 30 puskesmas yang ada di Gunungkidul. Sementara Semin 1 masih 19,89 persen dan menjadi terendah kedua setelah Ponjong 1. “Dengan pendampingan ini diharapkan Booster di Gunungkidul segera meningkat dan siap memasuki fase endemi. Untuk Semin harus ada pendampingan khusus karena masih menjadi terendah kedua setelah Ponjong 1”, tutup Eko.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA