IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Harlah NU Ke 95, Menyebarkan Aswaja Meneguhkan Kebangsaan

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) telah berusia ke 95 tahun pada Hari Minggu (31/01/2021). Ormas terbesar di Indonesia ini tidak melakukan perayaan Hari Lahir (Harlah) dalam bentuk pengajian ataupun kegiatan yang mengundang jamaah banyak.

Hal tersebut dilakukan lantaran kondisi pandemi Covid-19 masih berlangsung, tak terkecuali Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gunungkidul.

Ketua PCNU Gunungkidul Arif Gunadi kepada wartawan mengatakan, pada Harlah yang ke 95 ini NU akan terus konsisten mengamalkan ajaran Islam dengan konsep Ahlussunnah Waljamaah. Organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asyari pada 1926 ini juha berkomitmen merajut perbedaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik indonesia (NKRI).

“Nahdlatul Ulama merupakan wadah persatuan dan mengedepankan sikap toleransi dalam membangun bangsa dan negara Indonesia ini, “ujarnya, Minggu (31/01/2021).

Sementara itu tokoh NU yang juga anggota DPRD Gunungkidul Timbul Suryanto mengatakan, NU akan berkomitmen dan mengabdi serta bermanfaat bagi masyarakat. Menurut ya mengurusi NU bukan hanya dengan eksistensi NU nya, namun juga berkaitan erat eksistensi Indonesia sebagai darussalam.

“Menyebarkab Aswaja dan meneguhkan kebangsaan, karena NU sudah bertransformasi menjadi pilar penting bagi keutuhan dan kedaulatan NKRI,” Katanya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA