banner1
banner2
banner3
banner4
banner5
banner6
banner7
banner9
banner10
banner11

Banyak Program Bupati Gunungkidul Yang Terlalu Muluk – muluk Dan Perlu Dikritisi

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–DPD PAN Gunungkidul bakal menjadi mitra kritis Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul. Program dan visi misi Bupati terpilih Sunaryanta yang dianggap terlalu muluk – muluk sehingga perlu dilakukan kritik dan masukan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD PAN Gunungkidul Arif Setyadi dalam acara upgrading orientasi pengurus di kantor DPD, Sabtu (05/06/2021).

“Standarnya dijalankan dengan baik akan kami dukung. Kebijakan yang kurang tepat kami berikan energi pembenaran dan pembenahan,”katanya.

Arif berujar bahwa dalam pemerintahan tidak ada oposisi maupun koalisi khususnya di Daerah. Namun demikian dia mengaku tidak bisa keluar dari stigma masyarakat tentang hal itu. Apalagi dalam Pilkada tahun 2020 lalu PAN Gunungkidul tidak menjadi parpol pengusung Bupati Sunaryanta dan Wakil Bupati Heri Susanto.

“Sikap kami menjadi mitra kritis Pemda Gunungkidul. Kami (PAN) tidak beda dengan tugas dan kewajiban DPRD dari Golkar maupun PKB (Partai pengusung Sunaryanta – Heri Susanto),”imbuhnya.

Secara rinci dia menyatakan bahwa saat ini banyak yang harus dikritisi dalam masa Pemerintahan dibawah kepemimpinan purnawirawan TNI yang berlangsung selama tiga bulan belakangan. Catatan penting yang perlu dipertimbangkan Bupati menurut Arif yakni program Pariwisata Gunungkidul yang mendunia.

“Banyak investor masuk ke Gunungkidul dan segitiga emas pertanian perikanan dan kelautan menjadi penopang ekonomi rakyat Gunungkidul kedepan. Ketiganya menurut kami belum menjadi dasar tolok ukur. Belum ada data – data mendasar yang disebut sebagai penguat,”terangnya.

Anggota DPRD provinsi itu mencontohkan program Pariwisata Gunungkidul mendunia itu masih perlu dilakukan evaluasi. Dia mengklaim bahwa infrastruktur pariwisata di Gunungkidul dinjlainya masih sangat minim. Hal inienjadi menjadi kendala sehingga menurutnya pariwisata di Gunungkidul mendunia merupakan target yang terlalu muluk.

“PAN menyangsikan hal tersebut apalagi di tengah pandemi Covid19 seperti sekarang ini. Terlebih data dari Pemerintah menunjukkan jika kecenderungan investasi mengalami penurunan. Jika banyak investor masuk faktanya jumlahnya berapa, sehingga harus ada angka yang pasti,”kata Arif.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA