IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Tak Dilaporkan Polisi, Jenazah Gantung Diri Langsung Dimakamkan

Rongkop, (suara-gunungkidulcom)–Peristiwa gantung diri kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Seorang petani Sk (65) warga Padukuhan Songwaluh, Kalurahan Melikan, Kapanewon Rongkop nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung, Rabu (08/06/2022). Peristiwa ini tidak dilaporkan ke pihak Kepolisian sehingga tidak dilakukan otopsi oleh petugas medis.

Kapolsek Rongkop AKP Edi Ganefiono menjelaskan bahwa, peristiwa bermula saat Sk pergi ke ladang Bolak Kralalit sekira pukul 07.00 WIB. Beberapa jam kemudian tepatnya pukul 11.30 WIB dua warga Padukuhan Kendal, Kalurahan Melikan bernama Satikem (75) dan Samiyah (65) melihat Sk dalam kondisi gantung diri di blandar kandang yang sudah tidak digunakan.

Melihat kejadian tersebut kedua saksi lantas berteriak memanggil warga yang ada di seputaran ladang. Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Dukuh Songwaluh Kendal dan pihak Keluarga.

“Jenazahnya kemudian diturunkan tanpa melapor ke petugas Kepolisian dan kesehatan untuk di otopsi,”kata Kapolsek.

Setelah korban di turunkan kemudian warga membuat lubang untuk pemakaman. Permintaan dari keluarganya tidak boleh di bawa pulang dan tidak di sucikan langsung di makamkan. Hal ini dilakukan atas permintaan pihak keluarga lantaran yang bersangkutan menganut kepercayaan kejawen.

“Berdasarkan keterangan kepala dukuh setempat yang bersangkutan mempunyai masalah ekonomi. Beberapa bulan terakhir dia sudah kurang sehat pikirannya,”terangnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA