IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900

Sesosok Mayat Penuh Luka Ditemukan di Aliran Sungai Oya

Playen, (suara-gunungkidul.com)–Warga Padukuhan Kedungwanglu, Kalurahan Banyusoca, Kapanewon Playen digegerkan peristiwa penemuan di aliran Sungai Oya, Jumat (18/03/2022). Kuat dugaan korban merupakan korban merupakan korban pembunuhan lantaran ditemuka sejumlah luka memar di tubuhnya.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut diketahui pukul 08.00 WIB. Saat salah satu saksi bernama Miskan (56) warga Padukuhan, Pakis II, Kalurahan Kebosungu, Kapanewon Dlingo, Bantul hendak pergi ke ke ladang dengan menyebrangi Sungai Oya yang memisahkan wilayah Gunung Kidul dengan Bantul.

Setelah menyebrang sampai tengah sungai saksi melihat ada mayat yang sudah mulai membusuk. Miskan kemudian memanggil Suprawoto (50) tetangganya yang kebetulan tak jauh dari lokasi penemuan. Warga setempat yang mendengar informasi tersebut kemudian mendatangi lokasi dan melaporkan ke Polsek Dlingo.

“Karena TKP masuk wilayah Gunungkidul kemudian Polsek Dlingo menghubungi Inafis Polres Gunungkidul dan Polsek Playen,”kata Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi.

Jajaran Aparat Polres Gunungkidul dan Polsek Playen kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY.

“Saat ditemukan ada bekas luka di pipi kanan sampai mulut, memar di selangkangan kiri dan kemaluan sudah membengkak. Mayat berjenis kelamin laki-laki itu tidak membawa identitas,”imbuhnya

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA