IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Punya Riwayat Darah Tinggi, Nenek 81 Tahun Ditemukan Meninggal di Ladang

Playen,(suara-gunungkidul.com)—Warga Kalurahan Ngleri Kapanewon Playen di gemparkan penemuan mayat perempuan di ladang RPH Wonolagi petak 66 Padukuhan Ngluweng, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen sekira pukul 11.30 WIB oleh Tugirah (50) yang tidak lain adalah anak dari Nenek yang diketahui bernama Ponidjah (81), Selasa,21/06/2022.

Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi saat dihubungi melalui jaringan telpon membenarkan kejadian tersebut, menurut Kapolsek pihaknya mendapat laporan warga sekira pukul 12.30 WIB setelah petugas jaga mendapat laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan sekaligus melakukan evakuasi terhadap korban.

“Ya, benar mas mendapat laporan sekitar pukul 12.30 WIB petugas langsung turun ke lokasi untuk pemeriksaan dan evakuasi korban,” terangnya.

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, berdasarkan saksi yang juga anak korban sebelum kejadian Mbah Ponidjah pamit mau keladang namun hingga pukul 11.30 WIB mbah Ponidjah belum terlihat pulang, kwatir dan cemas akan keberadaan ibunya maka sang anak mencoba mencari ke ladang.

Sampai di ladang Tugirah terkejut karena melihat sang ibu sudah tergeletak dengan darah keluar dibagian dagu bawah telinga dan pipi, karena takut maka Tugirah berteriak meminta tolong Sigit Saputro (18) dan Susilo (50), setelah warga lain berdatangan barulah warga melaporkan kejadian ke Polsek playen.

“Dari hasil pemeriksaan dan informasi dari saksi Mbah Ponidjah punya penyakit darah tinggi, dan sehari sebelumnya habis berobat ke Puskesmas Playen II,” lanjut Kapolsek.

Dengan tidak ditemukan sesuatu yang janggal terhadap tubuh korban maka pihak kepolisian dan medis menyerahkan jasad mbah Ponidjah ke pihak keluarga untuk di makamkan, kasus tersebut murni karena sakit yang diderita mbah Ponidjah kambuh dan tidak ada warga yang melihat sehingga tidak tertolong.

“Saat ini korban telah diserahkan ke pihak keluarga untuk di makamkan,” tutup Kapolsek.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA