IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Malam Pergantian Tahun, Pedagang Taman Kuliner Keberatan Saat Disuruh Tutup Polisi

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Sejumlah Paguyuban pedagang Taman Kuliner Wonosari protes terhadap himbauan yang dilakukan jajaran aparat Polres Gunungkidul untuk menutup lapaknya. Himbauan yang dilakukan oleh Polres Gunungkidul tersebut menindaklanjuti Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono agar tidak berkerumun untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Aksi himbauan penutupan lapak pedagang oleh Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto menggunakan pengeras suara di kawasan Taman Kuliner sempat memanas. Paguyuban pedagang protes lantaran belum mendapatkan surat edaran untuk melakukan penutupan pada pukul 22.00 WIB. Kondisi yang sempat alot tersebut akhirnya dapat terselesaikan dengan audensi, para pedagang bersedia menutup lapaknya pada pukul 23.00 WIB.

Wakapolres Gunungkidul Kompol Supriantoro ditemui dilokasi kejadian menjelaskan, ada komunikasi yang terputus antara paguyuban pedagang dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul. Sebagai aparat Kepolisian yang bertugas melakukan penertiban, pihaknya akan mengawal agar tidak ada kerumunan sesuai surat intruksi dari Gubernur dan Bupati Gunungkidul.

“Kita kawal hasil keputusan dari pedagang dan Dinas agar nantinya tidak terjadi kerumunan, “kata Kompol Supri.

Ketua Paguyuban Pedagang Taman Kuliner Sutar mengaku bahwa, belum menerima surat edaran intruksi jam operasional penutupan lapak pukul 22.00 WIB. Lantaran belum mendapatkan informasi itu, pedagang mengira bahwa tidak ada penertiban dari pihak Kepolisian.

“Stok dagangan dari kemarin disiapkan banyak. Kita hari biasa tutup pukul 23.00 WIB, ini aji mumpung karena tahun baru. Kita mengalami kerugian 50 %,”kata Sutar.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindag Kebupaten Gunungkidul Ari Setiawan saat dimintai konfirmasi mengaku lalai karena tidak menyampaikan surat intruksi tersebut. Namun demikian setelah diskusi dengan paguyuban pedagang disepakati lapak ditutup pada pukul 23.00 WIB.

“Bagaimanapun aturan harus kita taati. Saya akui memang lupa tidak menyampaikan kepada paguyuban pedagang Taman Kuliner, “tandasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA