IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Dendam Tertipu Penggandaan Uang Jadi Motif Pelaku Cetak Upal Menggunakan Print

Semin, (suara-gunungkidul.com)–Dendam karena pernah tertipu penggandaan uang oleh temannya jadi motif pelaku A (30) mencetak uang palsu menggunakan alat print. Pelaku yang merupakan warga Kepanewon Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo itu mengaku jadi korban penipuan oleh temannya sendiri yakni Ed.

Kepada wartawan A menceritakan perkenalannya dengan Ed saat dia masih menjadi karyawan warung soto di kawasan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ed sering mampir dan berkunjung ke warung soto dimana A bekerja. Dari pengakuan pelaku, Ed kemudian menawarkan penggandaan uang kepadanya dimana A disuruh untuk mentransfer uang sejumlah Rp 14 juta.

“Dari jumlah tersebut katanya akan menjadi sebanyak Rp 30 juta,”terang pelaku, Jumat (15/01/2021).

Menurut A setelah ditransfer kemudian temannya bernama Ed memberikan uang tersebut dengan cara cash disuatu tempat. Uang yang ternyata adalah mainan itu dibungkus kefalam plastik putih dan tidak boleh dibuka sebelum sampai rumah. Setelah sampai rumah dan dibuka pelaku baru sadar bahwa menjadi korban penipuan.

“Saya mencetak uang paslu ini karena dendam ingin membalas pelaku. Uang ini rencananya akan saya kembalikan, “katanya.

Sementara itu Kapolsek Semin AKP Arif Heriyanto menyatakan masih akan mendalami pengakuan dari pelaku. Walaupun menurut pengakuannya motif mencetak uang palsu berlatar belakang dendam, tetapi penyidik tidak percaya begitu saja.

“Ini masih kita gali keterangan dan bukti – buktinya, apakah benar pengakuannya seperti itu. Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, “kata Kapolsek.

Menurut Arif pelaku dijerat dengan
Pasal 26 ayat (1) (2) UURI No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang Yo pasal 244 ayat (1) KUHP ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Diketahui sebelumnya Unit Reskrim Polsek menangkap A (30) warga Kepanewon Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo di wilayah Kalurahan Candirejo Kepanewon Semin pada Selasa (12/01/2021). Penangkapan tersebut atas dasar laporan masyarakat bahwa A melakukan aktivitas mencetak uang palsu di rumah salah satu temannya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA