IMG_20220813_081313_copy_715x315
IMG_20220814_231753_copy_715x315
IMG_20220814_222054_copy_715x315
IMG_20220815_001804_copy_715x315
IMG_20220819_075457_copy_715x315

Tim Mobile Luncurkan Vaksinasi Merdeka Booster di Tiga Kapanewon

Rongkop, (suara-gunungkidul.com)–Pasca evaluasi capaian Vaksin Ketiga (Booster) oleh Satgas Covid-19 kabupaten Gunungkidul, sejumlah kapanewon terus berpacu mengejar ketertinggalan. Kebangkitan para Panewu, khususnya kapanewon rendah Booster, ditangkap Tim Mobile Vaksin BIN DIY dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk diluncurkannya Vaksin Merdeka di sejumlah Titik.

Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul, Eko Susilo, mengatakan, sejak Gunungkidul menempati urutan terendah vaksin Booster se DIY, pihaknya terus berupaya mencari cara untuk melakukan percepatan. Tidak hanya melakukan koordinasi lintas sektor dan wilayah, melalui Tim Percepatan Penuntasan Vaksin (TPPV) juga terus melakukan penyisiran hingga titik terbawah di Padukuhan. Berbagai model juga dimainkan, termasuk Vaksin Merdeka jelang HUT RI ke 77 tahun ini.

“Monitoring harian, mingguan, hingga evaluasi bulanan menjadi mekanisme kontrol. Panewu dan Puskesmas yang rendah capaian diminta paparan kendalanya. Ini efektif hingga saat ini para penewu seolah-olah berlomba meningkatkan capaian”, katanya saat memulai Gebrakan Vaksin Merdeka di wilayah Tanjungsari, Rongkop dan Karangmojo, Selasa (09/08/2022).

Di tengah kebangkitan para Penewu tersebut, lmelalui TPPV yang beranggotakan BIN, Satgas Covid, dan Dinkes, seminggu ke depan, secara relay dan bergantian akan mengagendakan vaksinasi jemput sasaran di berbagai titik. “Setidaknya 14 lokasi akan dijadikan titik mobilisasi di 4 Kapanewon; 6 titik di Tanjungsari, 3 di Rongkop. Sisanya 3 di Playen dan 2 Karangmojo. Titik-titik tersebut, selain rendah capaian, juga bermobilitas tinggi rawan penularan virus Covid yang masih terjadi,”jelasnya.

Panewu kapanewon Tanjungsari, Edy Sedono, yang ketempatan 6 titik mobilisasi Vaksin Merdeka mengungkapkan terima kasihnya atas dorongan BIN dan Dinkes. “Terima kasih ini BIN dan Dinkes, serta instansi terkait yang tidak hanya mendorong, tapi juga turun langsung melakukan pendampingan. Dengan adanya SE Bupati dan dukungan berbagai pihak, capaian Booster Taanjungsari yang sebelumnya rendah semoga cepat menongkat,”harapnya.

Senada dengan penewu, Kepala Puskesmas Tanjungsari, Suwarso, membenarkan jika Tanjungsari kini mulai bangkit. “Usai dipanggil paparan, segenap Forkompimka Tanjungsari, sudah dikumpulkan dan bersepakat untuk secepatnya mengejar ketertinggalan. Dalam setiap Rakor, semua sepakat, agar capaian meningkat, seluruh layanan administrasi di kapanewon, juga di Polsek, dan kalurahan harus melampirkan kartu vaksin. Dengan cara begitu, cukup tampak hasilnya. Capaian perhari bisa 300-600 orang. Bahkan terkadang lebih,” tambahnya.

Terpisah, Penewu kapanewon Rongkop, Aris Pambudi, menyampaikan saat pihaknya menggelar vaksinasi massal di 8 Kalurahan yang ada. Sejumlah 6 kalurahan sudah tergelar bersama BIN dan Dinkes. Tinggal tersisa 2 kalurahan yang masih akan disasar.

“Hari ini di Karangwuni dan besok di Semugih,”ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan bahwa pada awal April 2022 capaian Booster Gunungkidul hanya 9 persen dan menjadi terendah se DIY. Setelah melalui serangkaian koordinasi hingga evaluasi berjenjang dan juga pendampingan, kini peringkat 3 se DIY dan selisih tipis dengan kabupaten Sleman di urutan 2 setelah Kota Yogyakarta.

“Saat masih di posisi terendah, kita dorong Satgas memanggil 5 kapanewon dengan capaian rendah dengan menghadirkan seluruh Panewu. Setelah dilakukan monev harian hingga bulanan, tampak hasilnya. Seluruh Panewu bangkit mengejar ketertinggalan hingga saat ini capaian Gunungkidul mendekati 33 persen. Semangat paranewu terus tumbuh, sehingga minggu ini kita beri dampingan dalam bentuk Vaksin Merdeka di 14 titik, dan seterusnya hingga tuntas,”terang Dewi di kantornya.

Dalam rangka penuntasan vaksinasi, khusunya percepatan vaksin Booster, TPPV Gunungkidul tanpa kenal lelah turun lapangan untuk melakukan pendampingan. Dua bulan terakhir (Juli-Agustus), tidak kurang dari 33 titik mobilisasi direncang. Saat ini sudah terlaksana 24 titik dan masih tersisa 9 lokasi yang akan dilaksanakan vaksinasi. Upaya penuntasan akan terus dilakukan hingga target 73 kali pendampingan dengan capaian Booster 50 persen.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA