IMG_20220813_081313_copy_715x315
IMG_20220814_231753_copy_715x315
IMG_20220814_222054_copy_715x315
IMG_20220815_001804_copy_715x315
IMG_20220819_075457_copy_715x315

Sisir Wilayah Pesisir, TPPV Sasar Wilayah Capaian Vaksinasi Booster Di Bawah Angka 25 Persen

Tanjungsari, (suara-gunungkidul.com)–
Pelambatan cakupan vaksinasi Dosis Ketiga (Booster) di wilayah kabupaten Gunungkidul, salah satunya disebabkan tidak meratanya capaian antar wilayah. Ada yang sudah di atas 50 persen, namun juga tidak sedikit masih tertahan di bawah angka 25 persen.

Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul, Eko Susilo, menyatakan. Dalam catatan Tim Percepatan Penuntasan Vaksin (TPPV) Gunungkidul, capaian wilayah rendah, turut menjadi beban bagi wilayah yang sudah tinggi capaian Boosternya. Dan beberapa wilayah rendah, terganjal di beberapa kalurahan. Bahkan padukuhan.

“Kami terus traching kenapa capaian Booster Gunungkidul sulit menanjak. Lebih dari 50 kali digelar secara massal, target 50 persen yang ditetapkan masih jauh dari harapan. Maka salah satu treatmennya, kita coba “asong vaksin”kata Eko saat menggelar vaksinasi di Kapanewon Tanjungsari, (09/09/2022)

Karena salah satu sebab lambannya percepatan, tambah Eko, ada di kalurahan, bahkan padukuhan tertentu, maka strategi “asong vaksin” dilakukan. “Intinya, pelambatan akselerasi masih terjadi di beberapa tempat. Dan ini akan membebani wilayah yang gerak cepat. Kita harus carikan solusinya”, katanya.

Kepala Puskesmas Tanjungsari, Suwarso, turut membenarkan adanya beban wilayah yang sulit bergerak. Wilayah kepuskesmasan Tanjungsari yang meliputi 5 kalurahan yang ada, lanjutnya, pelambatan ada di kalurahan Kemadang dan Kemiri. Dan pada kelurahan tersebut, ada padukuhan yang memang sulit bergerak.

“Hasil traching kami, pelambatan terjadi di Kemadang dan Kemiri. Khususnya di padukuhan terpencil. Oleh karenanya kami setuju dan menyambut baik ajakan BIN untuk “ngasong” vaksin ke Padukuhan ini. hari ini kita lakukan hingga besok. Jika berhasil, strategi serupa akan kita lakukan di Kemadang selanjutnya”, jelas Suwarso.

Hal serupa juga disampaikan kepala Puskesmas Playen, Shofi Hesfianto. Sejak ditetapkan sebagai Puskesmas urutan ke 7 terbawah capaian vaksinasi Booster, telah berkomunikasi dengan berbagai pihak bagaimana mencari solusinya. Salah satu upayanya, bulan Agustus ini, Puskesmas Playen II membentuk 2 Tim vaksinasi unruk ditugaskan mendatangi sasaran hingga padukuhan.

“Langkah mendatangi padukuhan dilakukan karena sebelumnya kita sudah lakukan undangan by name by adress. Namun capaian harian di Puskesmas tetap kurang mengangkat. Akhirnya kita bentuk 2 Tim vaksinator agar “blusukan” mendatangi padukuhan. Setelah ini akan kita lihat, jika efektif, model ini akan diteruskan”, ujarnya.

Sebagaimana diketahui, saat pemerintah mentarget vaksin Booster minimal 50 persen di bulan Agustus, Tim Mobil Vaksin BIN DIY merancang 73 hari kegiatan guna melakukan percepatan. Di Gunungkidul, dibentuk TPPV dengan fokus mengakselerasi capaian dengan berbagai permodelan. Memasuki hari ke 56, capaiannya masih di angka 33,25 persen, sehingga perlu permodelan lain seperti “asongan” ke dusun dusun.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA