IMG_20220813_081313_copy_715x315
IMG_20220814_231753_copy_715x315
IMG_20220814_222054_copy_715x315
IMG_20220815_001804_copy_715x315
IMG_20220819_075457_copy_715x315

Sasar Sejumlah Titik Hingga Titik Akar Rumput, Vaksinasi Kolaborasi Kembali Tingkatkan Minat Warga Yang Sempat Menurun

Girisubo,(suara-gunungkidul.com)–Salah satu penyebab kenapa virus Covid 19 seolah tak kunjung berhenti menulari warga, adalah karena masih tersedianya ruang untuk bermutasi dan bermigrasi. Dia terus bermutasi saat menemukan inang dalam tubuh manusia lalu bertransmisi ke yang lain saat terjadi kontak erat. Ia juga terus menyebar ke wilayah lain saat terbawa oleh seseorang (carier) yang melakukan perjalanan ke suatu tempat yang lain.

Namun pada saat tertentu, virus akan terhambat dan melandai, atau bahkan terhenti ketika melemah dan mati oleh perlawanan imun seseorang yang kuat. Tidak bisa bertransmisi ke orang lain karena gagal bermutasi ke inang baru akibat penerapan prokes yang kuat dan disiplin. Di saat yang sama virus juga akan terhenti dan mati saat ia ikut bermigrasi dengan “sang carier’ namun gagal menemukan inang baru akibat kekebalan komunal di tempat yang ia tuju sudah kuat dan terbentuk.

Perwakilan BIN DIY di Kabupaten Gunungkidul Eko Susilo mengatakan, kembali terjadinya lonjakan kasus Covid 19 yang meningkat dan cenerung massif di tanah air saat ini, termasuk di Gunungkidul, adalah karena masih adanya ruang untuk bermutasi dan bermigrasi tersebut.

“Ruang bermutasi, transmisi, dan migrasi virus Covid 19, masih terbuka di Gunungkidul. Selain karena masih ada warga yang belum vaksin primer, daya tahan imun masyarakat saat ini juga mulai melemah yang diikuti tingkat disiplin prokes yang juga kendor,”katanya saat menggelar vaksinasi di Kapanewon Girisubo (10/03/2022).

Eko menambahkan, belum tuntasnya cakupan vaksin primer (dosis 1 dan 2) di Gunungkidul, juga mulai melemahnya imunitas warga seiring masih rendahnya capaian vaksin ketiga (Booster) saat keterpatuhan prokes yang juga kian longgar, ditambah dengan munculnya varian Omicron, menjadi ruang bagi virus dalam bermutasi kembali.

“Ruang ruang itu masih terbuka lebar di Gunungkidul. Bak lingkaran setan, virus terus bermutasi dan bermigrasi seolah tiada henti. Belum lagi jika berbicara herd immunity. Kekebalan itu masih belum terbentuk karena pemerataan vaksin sendiri juga masih terjadi kesenjangan,”terang Eko.

Oleh karenanya, hendaknya semua masyarakat terus taati Prokes, jaga imunitas diri, dan bagi yang belum vaksin lengkap, atau belum Booster, segera lengkapi vaksin dan ikut Booster.

“BIN dan Dinas Kesehatan, sekali lagi tidak akan lelah dan mudah menyerah. Masih adanya sisa 30 persen masyarakat yang belum menerima vaksin lengkap, juga minat vaksin Booster yang masih rendah lantaran dianggap bukan hal yang wajib, akan terus dilakukan upaya penyadaran dan penyisiran. Selain vaksin primer, Booster juga penting untuk memenagkan “perang” melawan Covid,”imbuhnya.

Dalam rangka pencapaian kekebalan komunal di masyarakat, selain menuntaskan vaksin primer dan akselerasi Booster, masalah pemerataan vaksin di semua wilayah juga menjadi perhatian BIN bersama Dinkes.

“Satu, vaksinasi primer harus tuntas. Dua, Booster harus segera dipercepat. Dan ketiga, cakupan dan capaian vaksinasi harus merata. Untuk yang terakhir ini, BIN bersama Dinkes, telah dan akan terus meningkatkan cakupan vaksinasi tanpa batas. Vaksinasi 4T, Terpencil, Terdalam, Terluar, dan Terjauh, akan dijadikan strategi bersama menuntaskan “perang” melawan Covid ini. Minggu ini, puluhan ribu vaksin sudah kita mulai dari Ponjong, Girisubo, Purwosari hingga Paliyan. Kedepan akan terus ditingkatkan,”pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty mengklaim ada penurunan minat warga masyarakat terhadap vaksin booster. Menggandeng berbagai instansi pihaknya berinisiatif melakukan pendekatan pelayanan vaksinasi hingga akar rumput tingkat Padukuhan.

“Setelah kita vaksin satu dan dua dalam kurun 6 bulan ada penurunan imunitas terhadap Covid-19, sehingga perlu ada vaksin tambahan yakni booster.
Booster untuk menstabilkan daya cegah atau daya imunitas tubuh sehingga herd imunity segera terbentuk,”kata Dewi Irawaty.

Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto mengapresiasi dan memberikan penghargaan atas kerjasama, kolaborasi dan sinergi yang sangat baik komponen masyarakat (Petugas Nakes, TNI, POLRI, BIN, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Organisasi Kepemudaan). Heri berujar pandemi Covid-19 di Gunungkidul diharapkan dapat segera terkendali.

“Selanjutnya kami menghimbau, agar seluruh warga masyarakat Gunungkidul untuk mensegerakan diri untuk vaksin demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Sehatku sehatmu sehat kita semua,”terangnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA