IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900

Proyek Tugu Tobong Gamping Banjir Kritikan, Bupati : Pro Kontra Biasa

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Sejumlah elemen masyarakat hingga anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul angkat bicara terkait rencana pembangunan icon Tobong gamping di Bundaran Siyono, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen. Icon tersebut bakal menggantikan patung pengendang yang menghabiskan anggaran sebanyak Rp 9,4 miliar.

Pembangunan icon serta penataan taman kota program strategis Bupati Gunungkidul Sunaryanta ini dinilai hanya menghambur-hamburkan uang.

Komentar pedas disampaikan oleh Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jejaring Rakyat Mandiri (Jerami) Gunungkidul Rino Caroko. Dia menilai bahwa rencana pembangunan icon Tobong Gamping oleh Pemda tersebut menurutnya hanya akan menghambur-hamburkan uang dan tidak bermanfaat.

“Gunungkidul terkenal dengan batu putihnya, namun jangan kemudian Pemda merespon itu dengan membangun ikon bangunan Tobong Gamping. Jika ditinjau dari segi kemanfaatan jelas tidak ada. Harusnya cukup dengan memberikan apresiasi kepada pengusaha tobong gamping dengan cara mempermudah perijinan dan membantu pemasaran, hal seperti itu tentu tidak mengeluarkan banyak biaya,” katanya, Kamis (14/04/2022).

Rino menilai program strategis Bupati yang akan membangun ikon yang berwujud Tobong Gamping itu merupakan hal yang terlalu berlebihan. Menurutnya saat icon itu dibangun artinya membuka peluang lebar pada para pengusaha tambang untuk beramai-ramai melakukan eksploitasi penambangan di Gunungkidul.

“Ini bahayanya, jika icon diartikan seperti itu maka bisa jadi penambangan batu akan semakin masif. Resiko terbesarnya adalah kerusakan lingkungan, saya usul jangan gegabah dalam menentukan sebuah program,”katanya.

Sementara itu anggota DPRD dari Fraksi PAN Suharjo mempertanyakan pesan apa yang akan disampaikan Pemda Gunungkidul jika nantinya pembangunan icon Tobong Gamping itu terealisasi. Tidak berkomentar terlalu banyak, pria yang akrab disapa Cokro itu justru menilai penggantian icon pengendang menjadi Tobong Gamping justru sangat lucu.

“Tidak ada nilai Art nya. Pesa. Apa yang akan disampaikan dengan Icon Tobing Gamping itu?,”tanya Suharjo.

Andi Kartojiwo, seniman rupa dan budayawan Gunungkidul menandaskan hal serupa. Andi menilai bahwa pembangunan ikon adalah sebuah karya Monumental Publik, yang tentunya, visual bentuk yang nantinya disampaikan akan menggiring opini publik secara umum.

Tobong Gamping, menurut Andi merupakan alat pengolah batu kapur menjadi gamping, artinya itu adalah eksploitasi batu kapur. Dengan adanya icon tersebut opini publik akan terbentuk dan tergiring dalam mendukung adanya ekploitasi tambang batu di Gunungkidul.

“Tobong Gamping memang pernah menjadi usaha ekonomi yang dijalankan oleh masyarakat di Gunungkidul, tapi itu dilakukan secara tradisional. Dan saat ini pengrajin tobong tradisional mulai tidak ada, jangan sampai pembangunan ikon itu justru diartikan sebagai bentuk eksploitasi tambang dengan mesin kapasitas besar sebagai pengganti tobong tersebut,” terang Andi

Bupati Gunungkidul Sunaryanta menanggapi banyaknya kritikan dan masukan perihal penggantian patung pengendang itu.
Menurut Sunaryanta munculnya polemik terkait penggantian ikon Gunungkidul itu merupakan hal yang biasa. Dia justru mengaku sangat senang dengan adanya masyarakat yang memberikan masukan dan saran perihal pembangunan tersebut.

“Apapun bentuknya polemik itu hal yang biasa. Saya sangat senang karena ini bentuk keterbukaan Pemerintah,”katanya.

Ditanya terkait alasan bentuk tugu Tobong Gamping yang nantinya menggantikan patung pengendang, Suhartanta beralasan bahwa hal ini tidak lain karena dahulu warga masyarakat Gunungkidul banyak yang bekerja di industri Tobong. Pertimbangan lainnya adalah di sejumlah lokasi lain sudah banyak yang dibangun icon patung berbentuk manusia maupun hewan.

“Saya pingin mengabadikan seperti itu (Tobong Gamping),”terangnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA