IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900

Pemantauan TPID Sejumlah Harga Bahan Pokok Mengalami Kenaikan

Semanu, (suara-gunungkidul.com)–
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan pemantauan kebutuhan pokok ke sejumlah lokasi bersama Bupati Gunungkidul Sunaryanta, Senin (04/04/2022). Dalam kegiatan pemantauan kali ini didapati sejumlah komoditas bahan pokok (Bapok) mengalami kenaikan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiana yang memimpin rombongan TPID berujar bahwa, kenaikan harga kebutuhan Bapok menurutnya sesuatu yang lumrah. Berdasarkan pantauan saat Ramadhan ini, kenaikan disebutnya masih sangat wajar.

“Untuk minyak goreng curah, produsennya melakukan pembatasan produksi karena juga terikat perjanjian kerjasama seperti misalnya di bidang bioenergi. Untuk minyak goreng ini masalahnya bukan hanya di daerah tapi nasional. Minyak goreng kini dikenakan harga keekonomian, berkisar antara Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per liter
,”kata dia.

Kenaikan harga bapok di Gunungkidul disebut Tri hampir sama dengan wilayah lain di DIY seperti di Kabupaten Sleman.
Selain itu komoditas yang mulai merangkak naik adalah telur ayam. Dia menyebut harganya saat ini antara Rp 21 ribu sampai Rp 22 ribu per kilogram di tingkat penyalur. Selain karena permintaan, kenaikan juga terjadi karena naiknya harga pakan untuk produksi ayam petelur.

“Karena harga pakannya naik, otomatis harga telur di pasaran ikut naik, tapi kenaikannya masih terbilang wajar,” imbuhnya.

Dikesempatan yang sama Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, bahwa saat ini Pemda terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok. Menurutnya memang ada kenaikan harga kebutuhan pokok termasuk telur ayam broiler.

“Tapi stoknya masih mencukupi, misalnya di Semanu saja bisa produksi 2.800 kilogram per hari, 70% nya untuk suplai Gunungkidul, saya rasa cukup untuk kebutuhan,”pungkasnya

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA