IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900

Gencarkan Vaksinasi di Beberapa Lokasi, BIN Mulai Siapkan Transisi Pandemi Menuju Endemi

Karangmojo, (suara-gunungkidul.com)–
Loknajan kasus Covid akibat varian baru Omicron di tanah air, diperkirakan sudah melewati masa puncak yang diikuti tren penurunan dalam beberapa hari terakhir. Tak terkecuali di Gunungkidul. Kasus baru Covid Gunungkidul yang mulai ditemukan kembali awal Februari (setelah sebelumnya didominasi Nol kasus), secara kurvatif klimak di angka 116 kasus pada 18 Februari 2022. Simetris dengan kurva nasional, tiga hari terakhir mengalami penurunan.

Perwakilan BIN DIY di Kabupaten Gunungkidul, Eko Susilo mengatakan, melihat pergerakan kasus positif Covid akibat Omicron di tanah air, dan juga Gunungkidul, terpantau mulai menurun. “Di Gunungkidul sendiri tidak lagi ratusan seperti minggu sebelumnya. Namun demikian, kewaspadaan tinggi masih harus ditingkatkan. Ibarat gelombang tinggi yang melandai. Bukan berarti ancaman gelombang susulan,”katanya saat menggelar vaksinasi anak 6/11 di Karangmojo (22/2/2022).

Eko menambahkan, mengikuti tren nasional yang juga mulai melewati puncak kasus, di Kab. Gunungkidul juga mengalami hal serupa. Hanya saja semua tetap harus waspada. Khususnya tingkat resiko keterpaparan bagi yang belum vaksin lengkap, lansia, dan warga komorbid. “Meski tren kasus menurun, namun resiko keterpaparan, dan bahkan angka kematian pasien cenderung meningkat. Jadi masih harus tetap hati-hati,”tegasnya.

Hasil kajian Satgas Covid Pusat, dalam tiga hari terakhir (18-20 Februari 2022), kasus harian Covid mengalami penurunan dari angka 59 menjadi 48 ribu. Meskipun penambahan tertinggi saat ini melebihi tren varian Delta 2021, namun kondisi pasien rawat inap dan kasus kematian jauh lebih rendah. Satu hal yang perlu diwaspadai, di antara kasus meninggal yang ada, 73 persen terjadi pada mereka yang belum vaksin dosis lengkap, 53 persen lasia, dan 46 persen komorbid.

Dalam rangka menjaga agar kasus Covid tetap terkendali, maka vaksinasi bagi masyarakat yang belum tervaksin lengkap, lansia dan penjagaan ekstra bagi warga komorbid, harus diprioritaskan.

“Hari ini dan selanjutnya, BIN bersama Dinkes terus menambah volume dan cakupan kegiatan vaksinasi. Selain mengejar sasaran yang belum tervaksin lengkap, kami juga mulai kampanye dini mempersiapkan fase transisi dari Pandemi ke Endemi yang saat ini mulai disekenariokan pemerintah”, tutup Eko.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA