IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Gencar Mobilisasi Warga Gedangsari Akan Tuntaskan Booster Hingga Target 50 Persen Akhir Bulan

Gedangsari, (suara-gunungkidul.com)–Untuk lepas dari julukan sebagai daerah terendah capaian vaksinasi ketiga (Booster) di Gunungkidul, segenap stakeholder di Kapanewon Gedangsari terus berupaya menuntaskan vaksinasi Booster hingga tercapai 50 persen pada akhir bulan Juli 2022.

Penewu Anom Gedangsari, Eko Kristianto, menyampaikan, setelah dinyatakan sebagai wilayah terendah vaksinasi Booster, jajaran kapanewon bersama unsur Forrkompimkap telah menggelar serangkaian pertemuan untuk mencari solusi mengejar ketertinggalan vaksinasi.

“Setelah diundang paparan kenapa capaian Booster di Gedangsari rendah (pertengahan Juni 2022) lalu, Panewu telah mengumpulkan semua jajarannya untuk menindaklanjuti. Hasilnya, kami bertekat untuk mengejarnya. Bahkan sebisa mungkin tercapai 50 persen di akhir Juli”, Ujar Kristianto usai meninjau beberapa kegiatan vaksinasi di Gedangsari, Senin (04/06/2022).

Dia mengaku bahwa selama dua minggu terakhir, seluruh lurah hingga dukuh telah diperintahkan untuk mendata dan memobilisasi warganya ikut vaksin. Bahkan himbauan di pengeras suara Masjid. Penewu juga menetapkan jika Vaksin menjadi ketentuan dalam pengurusan administrasi warga.

“Tidak hanya Bansos, administrasi lain seperti hajatan, pengurusan sekolah, dll., kartu vaksin harus dilampirkan,”kata dia.

Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul Eko Susilo menyampaikan apresiasi tinggi kepada upaya Pemerintah Kapanewon Gedangsari dalam meningkatkan capaian vaksinasi Booster ini. Setidaknya dalam dua minggu terakhir, capaian dan cakupan harian vaksinasi Gedangsari menjadi tertinggi se Kabupaten Gunungkidul.

”Hasil monitoring kami, capaian harian di Gedangsari bisa menjadi tertinggi di wilayah Gunungkidul. Setidaknya dalam 10 hari terakhir. Rerata harian di Gedangsari ada di angka 300 orang perhari. Ini menjadi tertinggi karena di wilayah lain masih kisaran 100an. Bahkan ada yang puluhan perhari,”terangnya.

Jika trend di Gedangsari ini terjaga dan terus meningkat, lanjut Eko, kemungkinan Gedangsari menjadi tertinggi capaiannya bisa terjadi. “Hingga pertengahan Agustus nanti, target di atas 50 persen terjadi di Gedangsari tinggal menunggu bukti. Dan jika semua wilayah sirama, bukan hal yang mustahil Gunungkidul memenuhi syarat untuk menjadi wilayah transisi pandemi menuju endemi,”pungkasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA