IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900

Gandeng Ormas, BIN Dan Dinkes Luncurkan Vaksinasi Kebangsaan Lintas Agama

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Bukan hanya menjadi tugas Dinas Kesehatan. Vaksinasi yang terbukti mampu membentengi diri dari ganasnya serbuan virus Covid 19, sekaligus menjadi harapan untuk memutus matarantai penyebarannya. Oleh karenanya ia harus menjadi tanggung jawab bersama. Tak terkecuali pimpinan umat beragama.

Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul bersama sama BIN DIY, setelah beberapa kali roadshow melakukan sharing dengan beberapa tokoh umat beragama, hari ini secara kolaboratif meluncurkan kegiatan yang diberi nama “Vaksinasi Kebangsaan Lintas Agama”.

Perwakilan BIN DIY di Kabupaten Gunungkidul, Eko Susilo, yang juga salah satu inisator kegiatan mengatakan, sejak mencermati adanya tren pelambatan kembali vaksinasi Booster, bersama Dinkes terus melakukan pendekatan kepada semua pihak. Termasuk kepada tokoh agama guna mendiskusikan pentingnya Booster ini.

“Sejak peluncuran Booster di awal tahun, di sela sela menuntaskan vaksin anak usia 6/11, kami terus keliling menyelenggarakan vaksinasi di berbagai wilayah. Hasilnya, untuk Booster ada tren penurunan kembali minat masyarakat. Banyak alasan yang disampaikan. Kebanyakan tidak tahu kalau harus vaksin ketiga (Booster).”, katanya di Dinkes (18/3/2022).

Eko menambahkan, di antara yang enggan vaksin, ada sebagian masyarakat yang masih terpengaruh hoak. Bahkan sekelompok lainnya ada juga yang mengaitkan vaksin Booster dengan hukum sunah dalam agama. Boleh vaksin, boleh tidak. “Dari sini kami keliling mendatangi para tokoh agama. Dan setelah didiskusikan bersama, semua sepakat menggelar vaksin kebangsaan lintas agama ini”, terang Eko.

Satu hal yang menjadi titik kesepahaman, tambah Eko, bahwa vaksin Booster dibutuhkan semua orang saat daya tahan atau imunitas yang terbangun pasca vaksin primer (Dosis 1 dan 2) sudah mulai menurun. Sementara pada saat yang sama proses mutasi, transmisi, dan migrasi virus Covid masih ada. Bahkan semakin cepat dan tidak bergejala.

“Adanya lonjakan kembali kasus Covid yang sempat menghawatirkan dalam sebulan terakhir, menyadarkan kita semua bahwa selain virus masih terus mengancam, daya tahan tubuh kita sudah melemah. Sehingga penebalan kembali daya tahan imun melalui vaksin Booster, mutlak dibutuhkan”, jelas Eko.

Selain untuk menambah imun masyarakat, vaksin Booster dibutuhkan percepatannya karena tidak lama lagi kita akan menghadapi musim mudik lebaran 2022 yang lazimnya akan diikuti mobilitas tingkat tinggi di masyarakat. “Kita masih belum tahu kapan Covid berakhir. Kita juga tidak ingin saat musim mudik tiba nanti, gelombang lanjutan Covid kembali terjadi”, Tutup Eko.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty mengaku, vaksinasi yang digagas oleh Dinkes dan BIN DIY ini merupakan percepatan pelaksanaan vaksin dosis satu, dua maupun booster. Khusus kegiatan yang diselenggarakan di kantor Dinkes ini disebutnya menggandeng tokoh agama.

“Vaksinasi ini sebagai upaya mendukung program Pemerintah tanpa membedakan suku ras dan agama,”pungkasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA