IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900

Dukuh VS Warga, Komisi A : Opsi Terakhir Mutasi

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Polemik yang terjadi antara Dukuh Mendak, Kalurahan Sumbergiri dan warganya mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Gunungkidul. Komisi A dalam hal ini menyatakan untuk mengatasi konflik yang terus berlanjut itu adalah memutasi Dukuh agar fokus bertugas di Kalurahan (menjadi Kasi).

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi A Eri Agustin usai menerima audensi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Gunungkidul, Senin (21/02/2022).

“Opsi terakhir adalah mutasi. Tapi ini yang terakhir,”kata Eri.

Namun demikian Eri mengatakan bahwa konflik tersebut seyogyanya lebih baik diselesaikan secara kearifan lokal. Dia lebih merekomendasikan kepada Dukuh Mendak agar kembali merangkul warga masyarakat dan bersikap legowo.

“Kami sepakat kearifan lokal lebih dikedepankan. Kalau perlu meminta maaf bila ada kesalahan. Yang namanya Pamong harus bisa ngemong,”terangnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan DPMKPPKB Kiswanto sepakat dengan apa yang dikatakan Eri Agustin. Menurutnya, Dukuh harus pendekatan dengan warga masyarakat. Meskipun hak prerogatif Lurah untuk proses pemberhentiannya namun Kiswantoro merekomendasikan agar konflik tersebut dirembug dengan baik.

“Pembinaan (Dukuh) secara berjenjang baik Lurah, Panèwu maupun hingga Dinas,”imbuhnya.

Diketahui sebelumnya Dukuh Mendak Kalurahan Sumbergiri, Kapanewon Ponjong Ari Susanti dituntut mundur oleh warganya sendiri. Tuntutan tersebut dilakukan atas penilaian bahwa Dukuh bersikap arogan dan tidak pernah mengadakan rapat maupun bersosial dengan warga.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA