IMG_20220813_081313_copy_715x315
IMG_20220814_231753_copy_715x315
IMG_20220814_222054_copy_715x315
IMG_20220815_001804_copy_715x315
IMG_20220819_075457_copy_715x315

Dinilai Sebagai Simbol Eksploitasi Alam, Elemen Warga Masyarakat Demo Tolak Pembangunan Tugu Tobong Gamping

Playen, (suara-gunungkidul.com)–Sejumlah elemen warga masyarakat dan aktivis ramai-ramai menolak rencana pembangunan icon tugu Tobong Gamping di Bundaran Siyono, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, Senin (18/04/2022). Mereka melakukan demontrasi dengan membawa spanduk sebagai wujud penolakan program strategis Bupati yang menelan anggaran Rp 9,4 miliar.

Koordinator aksi, Ervan Bambang Dermanto mengatakan aksi ini dilakukan karena tugu Tobong Gamping dinilai sebagai simbol tidak baik. Selain dinilai membuat polusi udara, Tobong Gamping juga identik dengan eksploitasi sumber daya alam.

“Pemerintah kita saat ini kecelakaan kawan-kawan. Kenapa memilih membangun Tobong Gamping? Padahal banyak icon patung yang lebih pantas seperti Ki Demang Wonopawiro atau Bupati pertama Gunungkidul Pontjo Dirjo yang jelas-jelas memilik nilai historis untuk Gunungkidul,”kata Ervan dengan lantang.

Tak hanya itu, tugu Tobong Gamping juga dianggap tidak memiliki nilai artistik yang bisa mewakili wajah Gunungkidul secara keseluruhan. Ervan juga menyayangkan bahwa dalam prosesnya, Pemkab tidak melibatkan para seniman yang lebih paham dengan nilai keindahan seni arsitektur.

“Gunungkidul itu punya banyak seniman hebat, tetapi kenapa Pemkab tidak melibatkan mereka yang sudah tentu tahu tentang seni,” katanya.

Dia meminta agar Pemkab segera mengkaji ulang rencana pembangunan Tobong Gamping sebagai pengganti ikon Gunungkidul. Pihaknya, akan terus mengawal proses pembangunan dan dengan tegas terhadap penolakannya.

“Ini harus menjadi catatan baru untuk Pemkab, semoga apa yang kita lakukan saat ini bisa didengar oleh Bupati,”pungkasnya.

Terpisah Aktivis Gunungkidul Corruption Watch (GCW) M Dadang Iskandar mewanti-wanti kepada Bupati Sunaryanta agar jangan melawan suara aspirasi rakyat.
Menurutnya saat ini mayoritas warga menolak rencana pembangunan pergantian Tugu Kendang menjadi tugu Tobong Gamping.

“Tugu kendang itu belum lama dibangun dengan uang rakyat dan cocok dengan kecintaan rakyat akan seni tradisi yang akan selalu menggunakan tukang kendang baik itu ketoprak Wayang atau campursari legenda Manthous,”tuturnya.

Sementara itu dari kacamata Dadang, Tobong Gamping saat ini sudah tidak populer dan mati suri keberadaannya di tengah masyarakat. Dia mengingatkan sebagai Bupati agar tidak mengambil kebijakan yang arogan dan menentang suara rakyat.

“Gunungkidul milik rakyat dan bukan milik antek-antek pembisik disekitarmu. Hentikan rencana buang-buang uang rakyat untuk mengganti tugu yang masih sangat dicintai rakyatmu. Gunakan uangnya miliaran itu untuk hal yang lebih penting seperti perbaikan jalan yang masih rusak dan berlubang,”tandasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA