Walaupun PPKM DIY Turun Level, Dispar Gunungkidul Masih Menunggu Kemenparekraf Membuka Destinasi Wisata

Wonosari,(suara-gunungkidul.com)– Pemerintah pusat kembali memperpanjang masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, 7-13 September mendatang.

Meski demikian, wilayah aglomerasi Yogyakarta Raya kini turun ke level 3, termasuk Gunungkidul.

Berkaitan dengan turunnya level tersebut, aktivitas wisata di Gunungkidul diputuskan masih tetap ditutup.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Harry Sukmono.

“Sementara ini masih tetap ditutup, menunggu instruksi Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif),” kata Harry dihubungi wartawan pada Selasa (07/09/2021) 

Menurutnya, jika mengikuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), wisata di PPKM Level 3 boleh kembali dibuka dengan status Uji Coba.

Sejumlah aturan ketat tetap diberlakukan untuk membatasi kerumunan..

Meski begitu, Harry mengatakan keputusan pembukaan perlu persetujuan dari Kemenparekraf RI.

Itu sebabnya hingga saat ini pihaknya masih terus menunggu informasi resmi.

“Kami juga masih terus mencari informasi ke berbagai pihak,” jelasnya.

Mengacu pada Instruksi Mendagri, Harry mengatakan wisata di wilayah PPKM Level 3 mewajibkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk.

Aplikasi wajib digunakan baik oleh pengunjung maupun pelaku wisata.

Aturan lainnya adalah membatasi umur pengunjung yang boleh masuk ke kawasan wisata.

Hanya umur 12 tahun ke atas yang diperbolehkan untuk masuk ke dalam.

“Lebih jauhnya nanti menunggu keputusan resmi,” ujar Harry.

Pihaknya pun meminta pelaku wisata dan pengunjung untuk tetap bersabar terkait pembukaan Uji Coba Wisata.

Ia menyatakan akan terus mempublikasikan informasi resmi terkini terkait pariwisata di Gunungkidul.

Turunnya level ini membuat aglomerasi DIY setara dengan aglomerasi Solo Raya yang juga di Level 3.

Adapun Solo Raya sudah turun level sejak sepekan lalu, sedangkan Gunungkidul saat itu masih di Level 4.

Mengingat kedua wilayah ini bersebelahan, Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus Sakti, mengatakan tindakan penyekatan lebih diperkuat.

Kebijakan diambil guna mengantisipasi lonjakan calon wisatawan dari Jawa Tengah.

“Personel penjagaan juga kami tambah, termasuk memperketat pengawasan di jalur-jalur strategis,” jelas Martinus kemarin. 

 

 

Sumber : Tribunjogja.com

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA

banner8