IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Telaga Motoindro Jadi Andalan Warga Temuireng Saat Kekeringan Tiba

Panggang,
(suara-gunungkidul.com)–Warga masyarakat di padukuhan Temuireng 1 dan Temuireng II, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, masih mengandalkan Telaga Motoindro untuk memenuhi kebutuhan air dalam kehidupan sehari – hari. Hal ini terjadi lantaran wilayah dua Padukuhan ini belum tersentuh Salurah Rumah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani.

Salah seorang warga yang kesehariannya mengandalkan air di telaga ini adalah Mini. Telaga Motoindro ini dimanfaatkan warga untuk mencuci pakaian dan memberi minum ternak miliknya.

“Kami selalu mencuci ke Telaga, karena sepertinya sudah memasuki musim kemarau dan sudah jarang ada hujan,”ujar Mini, Jumat (02/04/2021).

Hal tersebut dilakukan untuk menghemat air di tampungan PAH yang ada di rumahnya. Tampungan air PAH banyak digunakan untuk konsumsi.

Sementara itu Dukuh Temuireng II Arief Apriyanto mengatakan bahwa, telaga tersebut sangat bermanfaat aktivitas sehari – hari bagi warga di dua Padukuhan tersebut. Sejumlah
330 Kepala Keluarga di dua wilayah tersebut mengandalkan telaga Motoindro untuk mengurangi penggunaan air ketika kemarau datang.

“Jika membeli air tangki harganya mencapai Rp 150 ribu per tangki untuk ukuran 5000 liter,”imbuhnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA