IMG_20220813_081313_copy_715x315
IMG_20220814_231753_copy_715x315
IMG_20220814_222054_copy_715x315
IMG_20220815_001804_copy_715x315
IMG_20220819_075457_copy_715x315

Salah Urus Gunungkidul, Artikel Mantan Anggota DPRD DIY, Slamet, S.Pd, MM

Nglipar,(suara-gunungkidul.com)—Tokoh sekaligus politikus senior yang sudah malang- melintang menempati posisi jabatan penting di DPRD Gunungkidul dari Ketua Komisi, Wakil Ketua DPRD hingga Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul melalui tulisanya di salah satu Group Whatsapp “GUYUB” mendapat dukungan dari berbagai Kalangan, hal tersebut tidak terlepas adanya rasa keprihatinan terhadap kondisi Kabupaten Gunungkidul yang menjadi primadona di bidang pariwisata, namun PADnya belum maksimal masuk ke Pemerintah Kabupaten.

Salah satu tokoh muda Gunungkidul yang juga seorang aktivis dan ketua Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Gunungkidul Coroption Wach ( GCW ) Dadang Iskandar menganggap tulisan Slamat, S.Pd, MM sangat mewakili suara sebagian suara masyarakat Gunungkidul, dan tulisan tersebut sangat masuk akal juga begitu mencerahkan warga Gunungkidul yang belum mengetahui banyak seluk beluk proses Pendapatan Asli Daerah ( PAD ), Tulisan Slamet, S.Pd, MM di unggah oleh Dadang Iskandar dan mendapat banyak tanggapan dari warganet.

“Artikel yang cerdas dan jujur, mencerahkan masyarakat Gunungkidul,” tulis Dadang, Minggu,15/05/2022.

Beginilah tulisan lengkap Slamet,S.Pd, MM :

GUNUNGKIDUL SEDANG DITELANJANGI.

Gunungkidul yang digadang-gadang sebagai tujuan wisata terkemuka nusantara, menjadi lesu akibat ulah oknum yang dipelihara.

Gunungkidul yang ijo royo-royo, Gunungkidul yang terkenal karena keindahan alamnya, karens beragam budayanya, beraneka macam kulinernya, sopan santun orangnya telah menarik jutaan orang untuk berkunjung dan menikmati keindahan alam gunungkidul

Gunungkidul tak lagi ramah terhadap kunjungan wisata, Gunungkidul kini tak lagi mampu menyembunyikan kekurangan yang dimilikinya, akibat kerakusan orang yang mengejar keuntungan pribadi.

Viralnya video tik tok tentang keluhan pengunjung di salah satu obyek wisata di gunungkidul semakin menelanjangi keburukan yang tersimpan karena salah urus yang selama ini dimaklumi dan ditutupi oleh penguasa.

Pariwisata yang digadang-gadang menjadi sumber kekayaan Gunungkidul dituthuk oleh oknum nakal yang mempermainkan harga dan layanan. Tapi, oknumnya banyak dan terpelihara dari masa ke masa.

Kehadiran wisatawan dijadikan mesin uang bagi masyarakat dan pengelola wisata. Mahalnya tarif parkir, mahalnya harga makanan, jeleknya jalan menuju obyek wisata, pembayaran retribusi ganda, pungutan liar, joki, jalan masuk obyek wisata diportal pengusaha, dll akhir2 ini menjadi keluhan wisatawan, di jagat media sosial.

Sampai kapankah oknum2 nakal tersebut harus dibiarkan meraja lela, mengapa pemerintah daerah tak berdaya jika berhadapan pengusaha berduit, akankah Gunungkidul semakin hancur masa depannya.

Pembiaran terhadap maraknya tempat usaha yang belum berijin menjadi bukti tidak berdayanya pemerintah daerah.

Apa sebenarnya yang diperoleh oleh Pemda, Alih2 membantu PAD Pemda, yang ada malah memanfaatkan niat baik pemda dan membuat masalah.

Pemda harus bersusah payah membangun fasilitas, sementara pengusaha dengan rakusnya mengeruk uang rakyat, pemda tak mungkin menarik pajak dari usaha tak berijin ( ilegal )

Kondisi saat ini juga tak terlepas dari kebijakan pemerintahan sebelumnya yang salah urus, sehingga menjadi beban pemerintahan saat ini.

Untuk itu sebagai warga masyarakat, kami sangat berharap agar ada ketegasan dari para pemangku kepentingan yang sedang diberi amanah untuk mengurus daerah ini, sebelum semuanya terlambat.

Gunungkidul bukan kebun kosong.

Uneg2 warga.

Trimskasih.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA