IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Destinasi Wisata Sepi Saat Libur Nataru, Rapid Antigen dan Ledakan Kasus Covid-19 Jadi Penyebabnya

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Kunjungan wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) belum menunjukan lonjakan yang signifikan. Bahkan dari data Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul jumlah kunjungan mengalami penurunan yang cukup drastis lantaran adanya Rapid Test Antigen.

Kepala Dispar Gunungkidul, Asti Wijayanti menyebut, pasca Natal tanggal 25 Desember kunjungan wisatawan terpantau sepi pengunjung. Dari laporan yang masuk hanya sebanyak 20 ribu orang wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata.

Di hari Kamis terdapat kunjungan sejumlah 8.584 orang, Jumat sudah ada peningkatan menjadi 12.927 orang. Sementara pada Sabtu terdapat kunjungan sebanyak 16.229,”kata Asti.

Asti berharap meskipun terdapat lonjakan kasus Covid-19, kunjungan wisatawan semakin meningkat hingha pada tahun baru. Menurutnya sektor pariwisata disebut akan memulihkan kondisi perekonomian usai pandemi Covid-19.

“Target kunjungan wisatawan sebelumnya dari tanggal 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021 adalah sejumlah 147 ribu orang,”katanya.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul saat ini mentargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebanyak Rp 12,5 miliar pada tahun 2020. Target itu dilakukan revisi 50 persen dari proyeksi awal tahun, sebelum adanya Covid-19.

“Sepinya pengunjung akibat munculnya kebijakan baru dari pemerintah, rapid antigen. Kebijakan ini begitu mempengaruhi kunjungan wisata, banyak sekali rombongan wisata yang dibatalkan,”terang Asti.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA