banner1
banner2
banner3
banner4
banner5
banner6
banner7
banner9
banner10
banner11

Whatsapp Tak Senonoh Kepada Ketua Dewan, Oknum Guru Dilaporkan Ke Dikpora DIY

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih naik pitam setelah dimintai foto oleh salah satu oknum Guru SMA Negeri 2 Wonosari berinisial Tm. Sang guru itu meminta foto dengan tujuan untuk diingat – ingat dan dibayangkan (fantasi).

Sontak aksi yang tak pantas yang dilakukan oleh sang oknum Guru ini membuat Endah meradang. Tm diketahui merupakan Wali Kelas dimana anak Endah menimba ilmu SMA Negeri favorit di Gunungkidul ini.

Kepada Wartawan Endah membeberkan peristiwa yang disebutnya melecehkan itu bermula saat dia berkomunikasi lewat pesan Aplikasi Whatsapp. Sebagai wali murid, Endah berkomunikasi dengan konteks pembelajaran yang dilakukan anaknya secara virtual lantaran masih kondisi pandemi Covid-19. Namun ketika dia menanyakan tentang tugas yang diberikan oleh Tm kepada anaknya, oknum guru itu justru meminta foto untuk dikirimkan kepadanya.

“Bolehkah saya minta foto wajah ibu, kalau berkenan biar saya bisa bayangke wajah ,”ujar Endah menirukan pesan singkat Whatsapp yang dikirim oleh Tm, Rabu (19/05/2021).

Pesan permintaan untuk mengirim foto tersebut menurut Endah dinilai sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang guru yang merupakan tenaga pendidik. Dia berujar bila hal ini dibiarkan akan merusak citra pendidikan dan nama baik guru khusunya di Kabupaten Gunungkidul.

“Saya mempertanyakan untuk apa foto saya. Dan saya juga heran apakah dia (Tm) salah obat? Dia justru menjawab dan meminta saya untuk mampir ke rumahnya di Prambanan,”imbuhnya.

Dinilai cara komunikasi oknum guru tersebut melecehkan, Endah kemudian mengirimkan surat pengaduan resmi kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY pada Rabu (19/05/2021).

“Adapun oknum guru tersebut mengabaikan kewajibannya yakni tidak memberikan layanan yang baik kepada siswa sehingga menimbulkan complain. Ketika saya (wali murid) melakukan complain yang disampaikan wali kelas justru tidak mendapatkan respon positif, justru mendapatkan kata – kata yang tidak pantas disampaikan oleh seorang guru,”imbuhnya.

Ketua DPC PDIP Gunungkidul ini menegaskan, sebagai upaya mencegah tindakan tak terpuji tersebut dia menghimbau kepada seluruh wali murid untuk segera memonitor komunikasi anak-anaknya dengan oknum guru tersebut. Hal ini dilakukan untuk menekan risiko terjadinya tindakan asusila di institusi pendidikan.

“Mengingat banyak sekali pelecehan seksual di sekolah. Kejadian seperti ini berisiko berujung petaka. Saya juga dapat informasi bahwa ada rekan guru disekolahnya yang dilecehkan oleh Tm,”tandasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA