IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Serius Tangani Masalah Air Bersih, Pemkab Gunungkidul Siapkan Anggaran Rp 15,3 Meliar 

Wonosari,(suara-gunungkidul.com)–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul semakin serius melaksanakan program penyediaan air bersih bagi masyarakat.

Anggaran sebesar Rp 15,3 miliar pun disiapkan untuk pelaksanaan berbagai kegiatan program.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Agus Subaryanto mengatakan alokasi anggaran berasal dari berbagai sumber.

“Antara lain Dana Alokasi Khusus (DAK), APBD Gunungkidul, dan bantuan Program Nasional Penyediaan Air Minum (Pamsimas),” jelas Agus pada wartawan, Jumat (17/09/2021).

Menurutnya, program penyediaan air bersih ini juga melibatkan pemerintah kalurahan. Total ada 31 kalurahan di Gunungkidul yang akan mendapatkan bantuan dari program ini.

Agus menjelaskan tiap kalurahan mendapat alokasi dana bantuan berbeda-beda. Mulai dari Rp 160 juta hingga Rp 3,1 miliar per kalurahan.

“Paling besar diterima Kalurahan Bohol, Rongkop, sebesar Rp 3,1 miliar dari DAK bidang air minum,” ungkapnya.

Agus mengatakan program ini diharapkan akan semakin memperluas akses air bersih ke masyarakat.

Sebab hingga saat ini, akses kebutuhan air bersih masyarakat di Gunungkidul baru mencapai 82,3 persen.

Adapun akses ini didapat dari berbagai layanan.

Mulai dari PDAM, Pamsimas, Spamdus (Sistem Penyaluran Air Bersih Dusun), dan Spamdes (Sistem Penyaluran Air Bersih Desa).

“Kami harap pelaksanaan program bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” kata Agus.

Ia pun berharap ada keterlibatan masyarakat dalam kesuksesan program.

Antara lain dengan melakukan perawatan terhadap fasilitas yang sudah dibangun agar tetap bisa digunakan secara maksimal.

Anggota DPRD Gunungkidul Ery Agustin menilai potensi air bersih di wilayah ini masih sangat besar untuk dioptimalkan.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya sungai bawah tanah yang berada di Gunungkidul.

“Kalau dioptimalkan, masalah kekeringan yang tiap kali mendera saat kemarau bisa diatasi,” kata Ery.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA