IMG_20220813_081313_copy_715x315
IMG_20220814_231753_copy_715x315
IMG_20220814_222054_copy_715x315
IMG_20220815_001804_copy_715x315
IMG_20220819_075457_copy_715x315

Resmi Menyandang Désa Wisata, Delapan Kalurahan Terima SK Dari Bupati

Gedangsari,(suara-gunungkidul.com)–Bupati Gunungkidul Sunaryanta meminta sebanyak 8 Kalurahan meningkatkan potensi ekonomi lokal untuk kesejahteraan warga masyarakat. Hal ini diungkapkan Sunaryanta saat menyerahkan langsung Surat Keterangan (SK) Desa wisata di Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari, Kamis (28/04/2022).

Bupati berharap agat Desa Wisata dapat naik kelas dengan meningkatkan seluruh kemampuan Sumber Daya Manusianya (SDM). Tak hanya itu, koordinasi dengan Pemerintah Daerah disebut sangat penting sebagai upaya bersama dalam membangun Gunungkidul.

“Ini memang tersedia dananya untuk pembangunan kalau Desa Wisata itu sudah legal. Nantinya akan lebih mudah untuk mengakses anggaran,”katanya.

Sunaryanta berharap setiap produk UMKM yang ada di Desa Wisata bisa masuk ke pangsa pasar modern. Dengan demikian potensi lokal ini akan memiliki jangkauan lebih luas yang diiringi kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah daerah akan terus mendorong hal ini. Khusus sektor pariwisata dan budaya serta pertanian telah berhasil membuat Gunungkudul masuk peringkat 2 ekonomi tertinggi se-DIY,”imbuhnya.

Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Arif Aldian mengatakan, penambahan 8 Desa Wisata ini disambut positif. Saat ini menurut Arif sudah ada 38 Kalurahan yang dikukuhkan menjadi Desa Wisata.

“Delapan Désa (Kalurahan) ini termasuk yang baru”kata Arif

Delapan Desa wisata itu yaini, Kalurahan Mertelu, Kalurahan Banyusoco, Kalurahan Kedungpoh, Kalurahan Ngoro-Oro, Kalurahan Jerukwudel, Kalurahan Melikan, Kalurahan Bendung dan Kalurahan Semin.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA