IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Puluhan Warga Gerudug Balai Kalurahan Pengkol, Tuntut Transparan Dana PPKM

Nglipar,(suara-gunungkidul.com.com)–Puluhan warga yang tergabung dalam relawan Covid di Kalurahan Pengkol ,Kapanewon Nglipar gerudug Kalurahan Kantor Kalurahan Pengkol Jum’at (17/07/2021). Aksi mereka menuntut kejelasan dana desa yang digunakan untuk penanganan Covid -19.

Koordinator relawan Hendri Meong mengatakan, dirinya merasa prihatin dengan adanya kondisi penanganan kasus Covid di wilayahnya. Selama ini belum ada Gugus tugas di laksanakan dengan baik. Hal tersebut terbukti dana 8% dari dana desa tersebut tidak dikucurkan.

“Kita miris sekali, pemerintah Kalurahan ketika ada warga yang turun untuk pemakaman dan sebagainya tidak ada yang datang. Dan dana itu ketika kita membutuhkan APD dan sebagainya tidak terealisasi,”jelasnya.

Selain itu untuk pembelian APD kami mengadakan iuran dan minta bantuan dari Kalurahan lain.
Dan karena kemanusiaan kami membentuk Relawan liar tidak ada yang Mengkoordinir.

“Sementara ini kami mendapatkan dana dari iuran relawan dan bantuan dari Kalurahan dan untuk saat ini penanganan kami serahkan ke pihak Kalurahan,” Katanya.

Sementara itu Lurah Pengkol Margiyanto mengatakan, Dana 8% dari dana desa tersebut untuk PPKM mikro. Namun jika ada hal hal yang sekiranya belum bisa diampu dalam arti yang dibutuhkan belum sesuai dengan apa yang sudah kami lakukan, tentunya kita akan lakukan perubahan.

“Kemarin sudah kami realisasikan seperti sembako, Dan lain lain nanti secara persisnya ada,”katanya.

Terkait polemik yang ada di Kalurahan Pengkol, Ketua Basmukal Kalurahan Pengkol Sumarno membenarkan hal tersebut. Menurut Sumarno, sudah sering Basmukal menyampaikan Aspirasi warga lewat pemerintah Kalurahan, namun tanggapannya kurang. Sehingga dia pun dalam kesempatan tersebut menyatakan secara lisan untuk mengundurkan diri dari Anggota Basmukal Kalurahan Pengkol.

“Alasan kami menyatakan hal tersebut adalah karena kami malu sebagian yang diwakilkan warga namun kami tidak bisa Menyampaikan aspirasi masyarakat, kami malu,” Pungkasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA