Pemerintah Larang Mudik, Pengusaha Jasa Transportasi Tetap Beroperasi

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Pengusaha jasa transportasi Otobus (PO) tetap melayani penumpang yang bepergian dengan trayek Antar Kota Antar Propinsi (AKAP). Meskipun Pemerintah Pusat sudah mengeluarkan aturan pelarangan mudik lebaran, mereka tetap beroperasi lantaran menanggung beban karyawan. Seperti yanh dilakukan oleh perusahaan jasa tranportasi PO Maju Lancar.

Diungakapkan oleh Pemilik Maju Lancar Henry Ardyanta, pelarangan mudik lebaran yang diberlakukan mulai 22 April hingga 24 Mei 2021 membuatnya pusing. Selain menanggung beban karyawan tinggal operasional, Pemerintah disebutnya sampai saat ini belum memberikan solusi konkrit pasca aturan tersebut diberlakukan. Hal ini harus dilakukan supaya pengusaha jasa transportasi dapat bertahan dan tidak gulung tikar.

“Kami mempunyai karyawan banyak dan mereka tetap harus hidup,”ujarnya, Senin (26/04/2021).

Henry berujar, ketika Pemerintah memberlakukan larangan mudik maka seharusnya tetap memperhatikan seluruh dampak dan solusinya. Pada sektor jasa transportasi, disebutnya paling terkena imbasnya. Dia meminta Pemerintah tidak melepas begitu saja dan memberikan solusi.

“Kalau diminta berhenti harusnya dikasih bantuan bagi karyawan dan masyarakat kecil ini, “tuturnya.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) ini mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu kembali kebijakan dari Pemerintah terkait aturan mudik. Dia juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan juga DPP Organda apakah nantinya tetap beroperasi atau tidak selama aturan larangan mudik berlaku.

“Saat ini masih mengoperasionalkan armada untuk melayani perjalanan jarak jauh, (AKAP). Kita akan lihat kedepan mungkin di akhir bulan ataupun awal bulan depan bagaimana ada statement atau pengumuman pemerintah,”tandasnya.

Terpisah Bupati Gunungkidul, Sunaryanta meminta masyarakat Gunungkidul yang berada di perantauan untuk mengikuti aturan pemerintah pusat agar tidak mudik terlebih dahulu. Namun jika berniat bersilaturahmi maka hendaknya dilaksanakan setelah tanggal penetapan larangan.

“Jangan mudik dulu lah, kalau di luar tanggal pelarangan, silahkan. Itu untuk keamanan semuanya,”kata Bupati.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA