IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Malam Satu Sura, Pusaka Tombak Koro Welang dan Cemethi Kyai Pamuk Dikirab Keliling Kampung

Nglipar,(suara-gunungkidul.com)–Warga Padukuhan Pengkol, Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar menggelar upacara adat kirab pusaka Tombak Koro Welang dan Cemethi Kyai Pamuk, Jumat (29/07/2022). Kirab yang rutin dilakukan menjelang perayaan tahun baru Islam atau satu Sura ini dilaksanakan di rumah adat milik warga setempat bernama Wagino Joko Narendro.

Upacara adat ini dilaksanakan secara turun-temurun sejak puluhan tahun lalu. Sejumlah pusaka Tombak dan Cemethi dikirab keliling kampung di Padukuhan Pengkol.

Pemilik pusaka sekaligus rumah adat Wagino Joko Narendro mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan semata-mata untuk melestarikan budaya yang telah ada sebelumnya. Diharapkan agar kedepan warga masyarakat tetap menghargai peninggalan leluhur.

“Upacara adat ini diharapkan dapat memberikan pengajaran supaya masyarakat tidak mudah lupa dengan warisan leluhur yang saat ini banyak dilupakan oleh masyarakat modern,”katanya.

Sementara itu ketua panitia Suyanto menceritakan bahwa upacara adat dilakukan sebagai bentuk rasa syukur warga setempat. Selain itu kirab pusaka, upacara dilakukan dengan kuras gentong dimana air yang diambil berasal dari tiga sumber mata air berbeda.

“Air tersebut pada zaman dahulu diambil dari 3 sumber mata air yang berbeda. Diantaranya berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Air dikumpulkan menjadi satu di dalam gentong. Gentong tersebut diberi nama gentong Kyai Sobo,”katanya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA