Lebaran Tahun 2021, Pemda Mencatat Konsumsi Masyarakat Mengalami Kenaikan

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah mencatat kenaikan konsumsi masyarakat pada saat momentum Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah atau (Lebaran 2021). Peningkatan konsumsi komoditas bahan pokok ini disebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul sejak hari – 2 sebelum lebaran.

“Ini berimbas naiknya harga sejumlah komoditas bahan pokok khususnya lauk pauk, “ujar Kepala Dispsrindag Johan Eko Sudarto, Sabtu (15/05/2021).

Secara terperinci Johan membeberkan bahwa harga bapok yang mengalai kenaikan adalah telur ayam. Sebelumnya per kilo telur ayam seharga Rp 20 ribu dan naik menjadi Rp 23 ribu. Sementara harga cabai rawit seharga Rp 38 ribu semula dan naik menjadi Rp 40 ribu per kg. Menurut Johan kenaikan harga tersebut masih ditaraf wajar dan tidak terlalu banyak.

“Ini murni karena naiknya tingkat konsumsi masyarakat. Dan persediaan bapok saat ini masih terpantau aman dan cukup,”terangnya.

Dinas sendiri telah melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bapok vital seperti daging ayam, sapi, telur dan sayuran. Dia berujar bahwa stok kebutuhan beras selama hari raya dipastikan tidak akan menjadi bermasalah. Hal ini terjadi karena saat ini petani Gunungkidul baru panen padi, sehingga stok masih dapat terpenuhi.

“Naiknya konsumsi masyarakat ini pertanda bahwa kunjungan ke sejumlah pasar di Gunungkidul mengalami peningkatan,”imbuhnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA

banner8