IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900

Kejaksaan Berhasil Selamatkan Uang Dari Hasil Kasus Korupsi di Dua Kalurahan

Playen, (suara-gunungkidul.com)–Kejaksaan Negeri Gunungkidul berhasil menyelamatkan uang negara dari kasus tindak pidana korupsi di dua Kalurahan. Uang negara ratusan juta itu kemudian disetorkan ke Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB).

Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul Ismaya Hera Wardanie mengatakan bahwa, uang negara yang diselamatkan tersebut merupakan hasil sitaan dari kasus korupsi di Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari dan Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari.

“Tahun 2021 lalu melalui Pidsus (Pidana Khusus) ada sekitar Rp 400 juta lebih,”terang Ismaya ditemui dalam acara Jaksa Menyapa di Taman Budaya Gunungkidul (TBG) Rabu (01/04/2022).

Selain itu, Ismaya berujar bahwa Kejaksaan juga berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp 40 milyar dalam kasus gugatan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Uang negara tersebut tidak jadi dibayarkan setelah penggugat permohonannya ditolak oleh PTUN dalam sengketa Pilkada Gunungkidul tahun 2020 lalu.

“Penggugat menggugat Pemda, kalau gugatan dimenanagkan Pemda harus membayar sebanyak itu. Dan itu ditolak PTUN, sekarang masih proses di Kasasi,”terangnya.

Dalam kasus gugatan tersebut pihak Kejaksaan melakukan pendampingan hukum terhadap Pemda Gunungkidul. Pendampingan dalam sidang perdata berupa pertimbangan dan pendapat hukum serta litigasi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA