Jadi TKI Di Taiwan, Warga Panggang Meninggal Dunia

Panggang, (suara-gunungkidul.com)–Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Sunakip Setyawan (21) meninggal dunia saat berlayar menumpangi kapal Ikan Taiwan pada Senin (04/01/2021). Pemuda asal Padukuhan Temuireng II, Kalurahan Girisuko, Kepanewon Panggang ini adalah alumni SMK Pelayaran Tanjungsari yang lulus tahun 2018 lalu.

Ayah Nakip, yakni Bani (41) menceritakan anaknya menjadi TKI sudah 1,5 tahun yang lalu. Sejak lulus dari SMK Pelayaran Tanjungsari, anak kedua dari tiga bersaudara itu langsung mendaftar dan bekerja di sebuah perusahaan kapal asing.

“Dia cita – citanya ingin bekerja di luar Negeri, “kata Bani,Selasa (5/1/2021).

Bani menceritakan sebelum pergi ke luar Negeri pasca lulus lulus, anaknya itu sempat tidak beketja dan menganggur di rumah selama 6 bulan. Keinginnanya berangkat berlayar ke Taiwan ikut kapal nelayan disebut Bani semakin kuat lantaran dua tetangganya lebih dulu menjadi TKI disana.

“Pihak PJTKI sebenarnya sudah bekerjasama dengan sekolahnya. Dia (Nakip) mendapatkan informasi lowongan pekerjaan itu memang dari sekolah juga, “tuturnya.

Dari cerita sang ayah, Nakip ketika berlayar selama 5 hingga 8 bulan sekali. Sementara saat bekerja selama berbulan – bulan tersebut dia mendapat jatah libur dan mendarat sekitar 2 minggu.

“Saat di darat dia sering berkomunikasi dengan pihak keluarga. Saya berkomunikasi terakhir dengannya sekitar sebulan yang lalu,”katanya.

Dari komunikasi terakhir, anaknya berpesan agar Bani tidak boros dalam menggunakan uang yang dikirim melalui transfer bank. Anaknya itu juga telah mengaku betah bekerja ikut pelayaran kapal asing Taiwan.

“Saya itu pernah mengambil uang di bank 2 kali masing-masing sebesar Rp 4 juta. Setelah itu tidak pernah saya cek lagi saldo ATM nya masih berapa,”katanya.

Sampai saat ini, pihak keluarga belum mengetahui secara pasti penyebab Nakip meninggal. Karena Nakip sama sekali tidak mengeluh sakit dan tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Saat berangkatpun Nakip dalam keadaan sehat sehingga lolos seleksi.

Bani berharap agar anaknya bisa dipulangkan bagaimanapun caranya agar bisa dikuburkan di pemakaman setempat. Apalagi dua anaknya kini juga tengah merantau ke Sumatera. Sehingga ia tetap ingin anaknya bisa berkumpul di Padukuhan Temuireng.

“Anak saya yang bungsu sedang perjalanan pulang dari Sumatera,”imbuhnya.

Pihak keluarga mendapat kabar kematian Sunakip Setiawan (21) dari Kepala Dukuh mereka, Senin (04/01/2021) malam selepas Maghrib. Kepala Dusun tersebut mendapat informasi usai dihubungi oleh PJTKI di Jakarta yang memberangkatkan Nakip.

Kerabat Bani, Danang Wahyudiyanto (37) mengatakan pada kemarin siang pihak PJTKI menelepon Kepala Dusun yang menginformasikan bahwa Nakip meninggal dunia di kapal saat berlayar. Kemudian langsung di bawa ke darat dan langsung diotopsi ke rumah sakit.

“Jadi untuk penyebab meninggalnya masih menunggu hasil otopsi. Hasilnya katanya mau disampaikan hari ini,”katanya.

Kepala Dusun menghubungi Danang dan keduanya langsung mendatangi rumah orangtua Nakip. Pihak keluarga lantas berembug agar bisa memulangkan jenazah Nakip. Namun kepastian bahwa Nakip bisa dipulangkan atau tidak pihaknya masih menunggu kabar dari Taiwan.

Berdasarkan informasi sementara yang didapat, jika nanti Nakip meninggal karena Covid-19 maka jenazahnya tidak bisa dipulangkan. Namun jika Nakip meninggal bukan Covid-19 maka kemungkinan besar jenazah Nakip bisa dibawa ke tanah air.

Danang menandaskan jika pihak keluarga tetap berharap agar Nakip dipulangkan. Tak hanya Nakip, keluarga dua TKI lain yang merupakan tetangga Nakip, Udiyantoro dan Edi yang juga berangkat bersama-sama dengan Nakip juga dipulangkan meskipun belum habis masa kontraknya.

“Meski belum pasti, kami tetap akan melaksanakan tahlilan selama 7 hari,”tambahnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA