Hindari Kritik di Medsos Berujung Pidana, Diskominfo Gunungkidul Tingkatkan Layanan Aduan Khusus

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Untuk menghindari pelanggaran Undang – undang ITE yang dilakukan oleh warga masyarakat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul telah meningkatkan sistem aduan masyarakat agar menjadi lebih optimal.

Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi Publik, Diskominfo Gunungkidul Supriyanto menjelaskan bahwa, aduan berupa kritik, laporan dan masukan kepada instansi terkait ini dapat digunakan warga masyarakat secara leluasa.

“Hal ini menepis kekhawatiran masyarakat yang enggan memberikan aduan, karena bisa terjerat pidana UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),”ujar Supriyanto, Sabtu (27/03/2021).

Menurutnya aduan ini dibuat sistem secara khusus dan tertutup. Selain itu aduan juga akan langsung direspon oleh pengelola situs aduan.

“Sistemnya dua arah yang hanya diketahui oleh pembuat laporan dan pengelola situs dalam hal ini adalah Pemda Gunungkidul,”imbuhnya.

Sistem ini dibuat lantaran kritik dan aduan disampaikan lewat media sosial bisa diakses bebas, aehingga menimbulkan pelanggaran UU ITE dan bisa berurusan dengan hukum.

“Bisa dibilang salurannya terbatas, dan aduan itu harus cepat direspon,”imbuhnya.

Terpisah Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul Ery Agustin membeberkan bahwa layanan aduan tersistem sebagai ruang khusus. Aduan hingga kritik pun bisa diberikan secara leluasa.

“Semua keluhan akan masuk ke Command Center, lalu diteruskan ke berbagai lembaga sesuai jenis aduan. Termasuk ke DPRD,”kata Ery.

Dia mengajak warga masyarakat memanfaatkan layanan aduan ini secara maksimal. Memurutnya aduan ini sangat penting dalam memastikan kebijakan yang benar dan berjalan di lapangan.

“Anggota dewan tak akan alergi terhadap kritik. Berbagai aduan yang disampaikan akan diupayakan langsung dijawab,”katanya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA