IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900

Hasil Pengembangan Polisi Sebelum Perkosa Putri Bungsunya, Lelaki Bejat Ini Sempat Akan Perkosa Kakak Korban

Semin,(suara-gunungkidul.com)— Aksi bejat S, warga Kapanewon Semin harus berakhir di jeruji besi sejak 21 Desember 2021 lalu  harus rela menjalani hari – harinya di tahanan Polres Gunungkidul. S diperkirakan akan lama menghuni jeruji besi lantaran kasus yang di hadapi cukup berat. Bapak bejat yang dilaporkan sang mantan istri ini telah memperkosa anak kandungnya sendiri. Korban adalah putri bungsunya dan masih duduk di bangku SMP.

Perbuatan S sendiri memang sangat biadab, dari hasil perkembangan pemeriksaan, S bahkan juga sempat hendak memperkosa putrinya yang lain yang merupakan kakak korban. Beruntung sang kakak saat kejadian berhasil meloloskan diri dan terhindar dari nafsu birahi terlarang bapaknya.

Hal tersebut seperti dijelaskan Kanit UPPA Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ratri Ratnasari S dan H dulunya merupakan pasangan suami istri yang kemudian memiliki 3 orang anak. Dua anak adalah perempuan dan 1 orang laki-laki. Seiring berjalannya waktu lantaran ada permasalahan rumah tangga, pasangan ini kemudian bercerai.

Lebih lanjut Ratri menjelaskan, beberapa tahun silam, S sendiri diketahui sempat hendak memperkosa kakak kandung Sekar, nama samaran untuk korban. Namun pada saat itu, anak perempuannya berhasil kabur melarikan diri dari nafsu jahat sang ayah. Apesnya, pada saat itu gadis belia tersebut justru dicabuli oleh teman S. Tak terima dengan peristiwa yang menimpa putrinya, H kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

“Jadi anak perempuan sebelum Sekar ini juga pernah hampir dicabuli, tapi kemudian berhasil kabur. Kemudian tahun 2021 lalu justru Sekar yang menjadi korbannya,” terang Ipda Ratri Ratnasari, Rabu (19/01/2022).

Menurut Perwira pertama ini, S memang dikenal sebagai pemabuk. Perilaku S dilaporkan warga sangat meresahkan. Dari hasil pengembangan yang dilakukan, pada saat mabuk S juga sempat masuk ke dalam rumah tetangganya. Namun saat itu, tidak diketahui motif pria tersebut.

Sampai pada akhirnya, peristiwa yang dialami oleh Sekar ini terungkap, S ditangkap pada 21 Desember 2021 silam. Dalam proses pemeriksaan yang dilakukan S sempat tidak mengakui perbuatannya. Namun berdasarkan bukti yang ada, polisi meyakini bahwa yang bersangkutan memang benar melakukan perbuatan bejat tersebut. S sendiri ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya tetap dilakukan proses hukum.

Untuk menguatkan data yang ada, pihak kepolisian bahkan sempat mendatangkan ahli alat tes poligraf atau uji kebohongan untuk mengetahui secara pasti pengakuan dari S.

“Sesuai dengan arahan jaksa, maka kami hadirkan ahli tes poligraf atau uji kebohongan dan sudah kami laksanakan,” tambahnya.

Berdasarkan pengakuannya, pelaku, selama ini bekerja di sebuah tempat cucian mobil yang berada di wilayah Bantul. Namun S kemudian berhenti dari pekerjaan. Lantaran tidak memiliki pekerjaan, S lalu pulang ke rumah orang tuanya.

Dihubungi terpisah, Dukuh tempat Sekar tinggal mengatakan, S sendiri selama ini tinggal di Bantul untuk bekerja. Kepada 3 anaknya dan keluarga mantan istrinya, S nampak terlihat harmonis. Dia sering pulang dan mencukupi kebutuhan mereka. Namun ternyata di balik itu semua, ada tindakan bejat yang dilakukan.

“Tau-tau sudah di tangkap polisi itu. Pelaporannya saja tidak tahu, karena memang S itu jarang disini dan kebetulan mantan Istrinya (ibu Sekar) juga tinggal di Jogja katanya kerja di sana,” tutup Dukuh setempat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA