Gunungkidul Bakal Menjadi Lokasi Swasembada Sapi, Direktur Pakan Ditjen PKH Tinjau Lokasi Kelompok Ternak

Wonosari,(suara-gunungkidul.com)— Untuk melihat progres peternakan di Gunungkidul, Direktur pakan Direktorat Jendral peternakan dan kesehatan hewan melaksanakan kunjungan kerja di kelompok ternak Kabupaten Gunungkidul , Selasa (24/08)

Kunjungan kerja Direktur pakan Direktorat Jendral peternakan dan kesehatan hewan drh. Agus Sunanto, MP didampingi Koordinator Kelompok Pakan Hijau Ir. Ahdan Hamid ini diterima oleh Wakil Bupati Heri Susanto.

Tujuan dari kunjungan kerja ini adalah untuk menyampaikan program pertanian terkait swasembada sapi dan memonitoring kegiatan yang sudah diberikan oleh direktorat pakan terkait dengan penanaman hijauan ternak di Wonosari untuk kemudian dikembangkan di Indonesia.

Dalam kesempatan ini Wakil Bupati dan rombongan meninjau langsung 2 lokasi kelompok ternak diantaranya Kelompok ternak Ngudi Sari Karangrejek dan kelompok ternak ngudi rejeki Nglipar.

Adapun kelompok ternak ngudi sari berdiri sejak tahun 2013 dengan mendapat bantuan 70 ekor hewan sapi. Dari bantuan tersebut,kelompok ternak yang beranggotakan 37 orang ini mampu mengembangbiakkan 251 ekor sapi jenis PO sampai saat ini.

Dalam kesempatan ini,Wakil Bupati dan Direktur pakan direktorat jendral peternakan dan kesehatan hewan meninjau langsung di hamparan tanah seluas 10 hektar yang ditanami pakan ternak jenis jagung.

 

Seusai mengunjungi kelompok ternak ngudi sari, Wakil Bupati dan rombongan melanjutkan kunjungan di lokasi kedua yaitu kelompok ternak ngudi rejeki nglipar.

Kunjungan kerja ini disambut sangat baik oleh ketua kelompok ternak Suroto dan anggota.
Adapun kelompok ternak ngudi rejeki berdiri sejak tahun 2012 dengan beranggotakan 38 orang. Kelompok ternak ini mampu mengembangbiakkan 93 ekor hewan sapi dan memproduksi pupuk organik. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Kelompok ternak Ngudi Rejeki, Surot.

“kalau musim penghujan bisa produksi sampe 20 ton pupuk organik ,kita distribusikan untuk masyarakat  Kabupaten Gunungkidul dengan harga 20 ribu rupiah untuk 1 karung, tapi kalau untuk anggota sendiri 15 ribu rupiah” ungkapnya

Dari produksi tersebut,Wakil Bupati Heri Susanto sangat mengapresiasi atas kerjakeras yang dilakukan kelompok ngudi rejeki.

“Luar biasa sekali kelompok ini,semuanya jadi bermanfaat,sapinya berkembang baik output lainnya seperti pupuk organik juga berkembang baik, ini sangat luar biasa” ungkapnya

Gunungkidul dipilih menjadi lokasi untuk pengembangan swasembada sapi karena termasuk populasi sapi terbesar di Yogyakarta. Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur pakan direktorat jendral peternakan dan kesehatan hewan drh. Agus Sunanto, MP.

“Tentunya kita ketahui bahwa kebutuhan sapi impor dari australia masih sangat tinggi sekali ,dan sekarang harga sapi impor selalu naik makanya kita masyarakat indonesia bagaimana mengurangi impor sapi ini. Harapan kedepan yang pertama adalah terkait varitas, kami akan melepas varitas varitas unggul yang ada di indonesia, kemudian terkait dengan produksi, nutrisi adaptasi lingkungan tentunya akan dipelajari semua kemudian akan kita gerakan penanaman berkualitas atau gerbang patas melalui upt upt kita kementrian maupun upt upt daerah dan masyarakat” ungkapnya

Agus juga menambhakan harapan kedepan peternakan bisa berkembang dan bisa mencukupi kebutuhan daging sendiri tanpa harus impor.

“Sampai saat ini kita tadi diskusi peternak hanya mampu 2 ekor per peternak, harapan kami bisa lebih karna akan lebih bagus kalau jumlah pendudik lebih kecil daripada sapinya
Harapan kita peternakan berkembang penduduk juga berkembang jadi bisa mencukupi kebutuhan daging sendiri tanpa harus impor dari australia” tambahnya

Kedepan setelah penanaman ini akan ada program lagi terkait dengan bank pakan yang harapannya bisa mencukupi kebutuhan peternakan di musim hujan maupun kemarau sehingga populasi hewan ternak di Indonesia lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA

banner8