IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Gelar Operasi Yustisi Penegakan Perda, Sejumlah pedagang dan Toko Mendapat Teguran Petugas

Semanu, (suara-gunungkidul.com)–Petugas Gabungan melaksanakan operasi yustisi dalam rangka melaksanakan instruksi Bupati terkait Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Rabu malam (20/01/2020). Dalam pelaksanaan operasi yustisi itu sejumlah pelaku usaha seperti pedagang mendapatkan teguran.

Para pelaku usaha mendapatkan teguran karena beroperasi tidak sesuai ketentuan PPKM. Terpantau saat melaksanakan operasi yustisi di beberapa Kepanewon seperti Karangmojo dan Semanu petugas mendapati masih terdapat kerumunan.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto mengatakan bahwa, pelaksanaan operasi yustisi melibatkan sejumlah personil baik dari Polri, TNI, Sat Pol PP dan Dinas Perhubungan.

“Ada sejumlah pelaku usaha yang kami sambangi untuk kita himbau mematuhi intruksi Bupati terkait PPKM

Terpisah Kepala Bidang Penegakkan Peraturan Daerah, Satpol PP Gunungkidul Sugito mengutarakan bahwa, terdapat sebanyak 50 pelaku usaha yang ditegur petugas.
Mereka mendapatkan teguran karena tidak mentaati intruksi Bupati tentang PPKM.

“Setelah ditegur mereka kemudian mematuhi intuksi Bupati seperti pembatasan makan kouta 25 persen, “katanya.

Diketahui intruksi Bupati Gunungkidul tentang PPKM telah memasuki hari ke sepuluh. PPKM diberlakukan mulai tanggal 11 Januari hingga tanggal 25 Januari 2021 mendatang.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA