DP3AKBPMD Gunungkidul Pastikan Tak Ada Penundaan Pilur, Dengan Prokes Ketat 30 Oktober Tetap Pencoblosan

Wonosari,(suara-gunungkidul.com)—Pemilihan Lurah (Pilur) serentak 30 Oktober sempat diwarnai isu penundaan dikarenakan situasi COVID-19 ditambah kebijakan PPKM oleh pemerintah pusat.

Namun, Kondisi berbeda mulai terlihat dirasakan oleh masyarakat Gunungkidul yaitu dengan melandainya kasus, sehinhga pelaksanaan Pilur mendapat titik terang.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Farkhan, menyatakan Pilur akan tetap dilaksanakan sesuai rencana.

“Pencoblosan tetap akan dilakukan pada 30 Oktober mendatang, tidak ada perubahan,” katanya dihubungi pada Selasa (12/10/2021).

Kepastian itu diperkuat dengan adanya edaran Menteri Dalam Negeri tentang Tindak Lanjut Pelaksanaan Pilkades dan Pemilihan Antar Waktu di Masa Pandemi COVID-19 Pasca Penundaan. Edaran ini terbit pada 8 Oktober lalu.

Mengacu pada edaran tersebut, pelaksanaan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) atau Pilur hanya ditunda untuk wilayah dengan PPKM Level 4. Sedangkan saat ini Gunungkidul berada di Level 3.

“Jadi tetap dilaksanakan, hanya saja ada sejumlah penyesuaian dan prokes ketat,” tambahnya.

Penyesuaian yang dimaksud terutama soal Tempat Pemungutan Suara (TPS). Guna meminimalisir potensi penularan, tiap TPS dibatasi jumlah pemilihnya maksimal hanya 500 orang saat pencoblosan ini. Sebelum ada perubahan tersebut, TPS disediakan hanya 1 tempat di tiap pedukuhan.

Sekretaris Dinas DP3AKBPMD juga mengatakan pencoblosan nantinya tetap mengacu pada protokol kesehatan (prokes) pencegahan COVID-19.

“Untuk Anggaran Pemkab menyiapkan sekitar Rp 4,1 miliar untuk pelaksanaan Pilur,” tutupnya.

Sementara dihubungi terpisah Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Kriswantoro mengatakan saat ini Pilur sampai di tahap proses pengumuman berkas bakal calon. Tahap ini dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (14/10/2021) mendatang.

Kriswantoro menjelaskan pengumuman berkas calon dimaksudkan untuk memfasilitasi masukan dari warga. Jika tidak ada masukan yang diberikan, maka yang bersangkutan akan ditetapkan sebagai calon lurah.

“Hingga hari ini tidak masalah dengan tahapan yang ada, soalnya pencoblosan juga tetap sesuai jadwal,” jelas Kriswantoro.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA

banner8