IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900

Bocah di Bawah Umur Terlibat Peredaran Narkoba, Ratusan Pil Sapi Diamankan

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gunungkidul berhasil mengungkap kasus transasksi jual beli obat terlarang jenis Pil Sapi. Ungkap kasus di wilayah Kapanewo. Playen ini melibatkan bocah dibawah umur yang berstatus pelajar berinisial Kr (16).

Wakapolres Gunungkidul Kompol Widya Mustikaningrum mengatakan bahwa kasus ini dapat terungkap setelah jajaranya mendapatkan informasi dari warga masyarakat. Warga di Kalurahan Bogor II, Playen mengaku telah mengamankan sejumlah anak muda yang kedapatan menyimpan pil sapi tersebut.

“Mendapat informasi tersebut anggota langsung datang ke lokasi dan setelah ditelusuri, diketahui satu pelajar di bawah umur inisial KRN (16), menyimpan 10 butir pil sapi di rumahnya,”kata Wakapolres dalam acara konfrensi pers di Mapolres Gunungkidul, Kamis (27/01/2022).

Widya membeberkan bahwa penyelidikan terus berkembang dan ditangkap pelaku yang lain. Para pelaku yakni Pr (18) dengan barang bukti 150 butir pil sapi serta Jn (19) dengan barang bukti Handphone yang digunakan untuk melakukan transaksi jual-beli barang haram itu.

“Kemudian didapati pil dibeli dari wilayah Prambanan (Sleman), dan diamankan PTR (19) beserta barang bukti ponsel,”terangnya.

Keseluruhan pelaku dari kasus ini telah dilakukan penahanan kecuali Kr karena masih di bawah umur. Saat ini pelaku dititipkan di rumahnya dengan pengawasan penuh dari orang tua bersangkutan.

Dalam kesempatan yang sama Kasat Res Narkoba Polres Gunungkidul AKP Dwi Astuti Handayani menjelaskan bahwa Kr sudah mengakui terlibat dalam penjualan pil sapi. Dari keterangnnya, dia baru terlibat transaksi jual beli obat terlarang ini beberapa bulan terakhir.

“Dia mengaku dijual ke teman-teman terdekatnya saja,” jelas Dwi.

Dwi mengungkapkan masih ada satu pelaku lagi dari kasus ini yang berstatus sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang). Hingga kini, upaya pencarian dan pengejaran pelaku masih dilakukan. Dia berujar bahwa Kr hanya dititipkan pada orangtuanya dengan pengawasan penuh dari Bhabinkamtibmas setempat hingga pihak sekolah. Namun proses hukumnya tetap berjalan.

“Seluruh pelaku dikenakan Pasal 196 junto Pasal 98 ayat 3 UU RI Nomor 36/2009 tentang Kesehatan, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,”tandasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA