BKSDA DIY Rencanakan Pasang CCTV, Guna Selidiki Kasus Ternak Mati di Kalurahan Purwodadi

Tepus,(suara-gunungkidul.com)—- Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY berencana memasang kamera pengintai (CCTV) di wilayah Kalurahan Purwodadi, Tepus, Gunungkidul.

Pemasangan sebagai bentuk respon atas kasus belasan ternak warga yang mati terluka.

Pada wartawan, Kepala BKSDA DIY Muhammad Wahyudi menjelaskan pemasangan CCTV dilakukan untuk menyelidiki penyebab matinya kambing milik warga tersebut.

“Perlu penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti dari kasus tersebut,” kata Wahyudi, Minggu (29/08/2021).

Sebelum mulai memasang CCTV, pihaknya akan melakukan observasi terlebih dahulu.

Pasalnya, menurut laporan yang diterima, lokasi penemuan kambing mati tersebut tidak sama alias kerap berubah-ubah.

Itu sebabnya, Wahyudi mengaku belum tahu kapan persisnya pemasangan tersebut dilakukan.

Pihaknya sendiri masih belum memiliki bayangan hewan apa yang menyebabkan kambing ternak warga tersebut mati.

“Masih ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mulai memasang CCTV,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Bambang Wisnu Broto menilai pemasangan CCTV tidak akan banyak membantu.

Pasalnya lokasi kejadian selalu berbeda meski kerap terjadi tiap tahun, khususnya musim kemarau.

Ia menuturkan, upaya penanganan pernah dilakukan pada 2017 silam.

Bekerjasama dengan perguruan tinggi, pihaknya memasang jebakan berupa jaring hingga penjepit kaki, dengan maksud menangkap hewan penyerangnya.

Baca juga: Ternak Warga Mati Misterius, DPP Gunungkidul Akan Terjunkan Tim

“Jebakan dipasang malam hari, tapi upaya tersebut belum berhasil,” ungkap Bambang.

Ia sendiri menduga fenomena yang terjadi setiap tahunnya di wilayah Purwodadi, Tepus tersebut disebabkan oleh kawanan anjing liar.

Adapun kambing ditemukan mati dengan luka bekas gigitan di leher dan perut.

Terlepas dari upaya pengungkapan, Bambang kini mengimbau warga setempat lebih meningkatkan keamanan kandang ternak.

Apalagi biasanya, kandang terletak di ladang, jauh dari permukiman.

“Akan lebih baik sementara memindahkan ternak lebih dekat ke permukiman agar pengawasannya lebih mudah,” katanya.

 

Sumber : Tribunjogja.com

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA

banner8