Angka Perceraian Dan Nikah Dini Di Gunungkidul Cukup tinggi

Wonosari, (suara-gunungkidul.com) –Kasus perceraian dan bunuh diri yang terjadi di Gunungkidul masih tinggi. Hal ini di sampaikan Bupati Gunungkidul Sunaryanto ketika ramah tamah dengan Lurah se Gunungkidul di Bangsal Sewoko Projo pada Senin siang, (12/4/2021).

Dalam sambutanya Bupati Gunungkidul mengatakan sudah berkali kali pemerintah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) untuk menangani gantung diri, namun sampai saat ini satgas tersebut tak menurunkan angka bunuh diri.

“Ini yang sulit kita atasi, harus ada kerja sama dengan masyarakat bawah” Katanya.

Selain gantung diri Sunaryanta juga menyinggung angka perceraian yang sangat tinggi. Di tahun 2020 lalu tercatat ada 1973 kasus, dan yang sudah di proses 103 kasus. Masuk di tahun 2021 bertambah 416 kasus.

“Jika dihitung sudah ada dua ribu lebih kasus perceraian,” Imbunhya.

Untuk menekan ketiga kasus yaitu gantung diri, perceraian dan nikah dini, Bupati mengajak Lurah se Gunungkidul untuk berkomunikasi dan melakukan sosialisasi dan memberi arahan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar dapat menekan angka ketiga kasus yang masih tinggi di Gunungkidul tersebut.

“Kami siap melayani dua puluh empat jam, dan itu bentuk keterbukaan saya untuk pelayanan,” Pungkasnya. (Wanto)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA

banner8