banner1
banner2
banner3
banner4
banner5
banner6
banner7
banner9
banner10
banner11

Aktivis Desak Usut Tuntas Dugaan Kasus Korupsi Kalurahan Getas

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Aktivis anti Korupsi Gunungkidul Muhammad Dadang Iskandar mendesak agar Inspektorat Daerah Kabupaten Gunungkidul mengusut tuntas kasus dugaan korupsi Kalurahan Getas, Kapanewon Playen. Hal ini disampaikan Dadang usai menyambangi kantor Inspektorat Daerah (Irda) pada Jumat (16/07/2021).

Terdapat beberapa poin yang disampaikan oleh pria bertubuh Tambun itu kepada Inspektorat, salah satunya dugaan aliran dana sebanyak Rp 78 juta yang mengalir kepada oknum pegawai Irda yang digukanan untuk penyuapan.

“Ini berdasar laporan dari warga masyarakat. Kami meminta agar kasus dugaan korupsi Dana Desa Tahun 2019 – 2020 ini dapat diungkap secara tuntas dan gamblang. Siapapun yang terlibat harus bertanggung jawab serta diproses secara hukum yang berlaku,”ungkapnya.

Dia mengkhawatirkan bahwa praktik dugaan suap menyuap ke oknum pegawai Irda itu juga terjadi di wilayah Kalurahan lain di Kabupaten Gunungkidul. Dadang mendesak agar Irda jangan sampai menyebut dugaan kasus korupsi yang merugikan negara sebanyak Rp 1 milyar ini semata – mata hanya kesalahan adminitrasi.

“Panggil semua saksi yang diduga terlibat termasuk yang menerima aliran dana suapnya termasuk oknum pejabat sekalipun. Dalam penetapan tersangka harus jeli dan tegas serta tidak pandang bulu,”tegasnya.

Sementara itu Kepala Inspektorat Daerah Kanbupaten Gunungkidul Sujarwo mengaku bahwa, dana yang masuk ke Irda tersebut adalah khas Negara. Ketika disinggung mengenai jumlah nominalnya, Sujarwo enggan menjelaskan lebih lanjut. Dia berdalih bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Gunungkidul.

“Saya kira tidak pas kalau saya mengungkapkan proses ini ke Publik, yang jelas semua dokumen dan semua bukti sudah kami sampaikan ke Kejaksaan atas permintaan dari kejaksaan,”kata Sujarwo.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA