IMG-20220426-WA0025
507d7483
rino 2
jepitu
sidoharjo
kemadang
20220420_092859_0000_copy_1004x364
jpg_20220417_122805_0000_copy_1004x364
bal
jumiran
jpg_20220424_111119_0000_copy_1600x900
20220425_203738_0000_copy_1600x900_copy_1024x364
IMG-20220427-WA0025
IMG-20220429-WA0003_copy_1600x900
iklan

Tipu Puluhan Orang Dengan Modus Investasi Trading Uang Digital Crypto, ASN Gunungkidul Dicokok Polisi

Wonosari, (suara-gunungkidul.com)–Seorang Guru SD berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial Ap (41) diamankan jajaran aparat Satreskrim Polres Gunungkidul. Warga Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari itu ditetapkan menjadi tersangka kasus penipuan berkedok investasi Trading uang digital jenis Crypto.

Kapolres Gunungkidul AKP Edy Bagus Sumantri mengungkapkan bahwa, pelaku menggunakan modus investasi trading uang digital jenis crypto dengan Platform Treat Doge Provit (TDP) sistem aplikasi Indonesia Crypto Exchange (ICE). Ap melancarkan aksinya bersama ownernya yakni Vs (60) warga Kota Tangerang Selatan.

“Dia leader atau sponsor marketing di Gunungkidul untuk mencari member sebanyak 87 orang dengan jumlah deposit yang berbeda-beda. Investasi tersebut berjalan dari awal 2020 sampai Desember 2021. Investasi kemudian berhenti karena tidak berijin dari Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti),”kata Kapolres.

Penipuan ini lanjut Kapolres bermula pada bulan Desember 2021 lalu. Para korban tertarik lantaran diiming-imingi jika bergabung akan mendapatkan profit 5% dari Depositnya per Minggu. Para korban diawal-awal mendapatkan keuntungan yang dijanjikan, namun lama-kelamaan ditipu oleh pelaku sehingga mereka kemudian melaporkan penipuan ini ke Polisi.

“Pelaku diancam dengan Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan yang telah diubah dan ditambah sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang berbunyi pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha Perdagangan tidak memiliki perizinan di bidang Perdagangan yang diberikan oleh Menteri, dengan pidana penjara paling lama 4 (empat )tahun penjara atau denda paling banyak Rp 10 miliar,”terangnya.

Selain menangkap pelaku Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sejumlah laporan transfer. Sementara itu akibat kasus tersebut total kerugian yang dialami para korban sebanyak Rp 8,9 miliar.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

BACA JUGA